Rizal Djalil Anggota BPK dari Jambi Diduga Terima Suap 100.000 Dollar Singapura dari Proyek SPAM

"KPK membuka penyidikan baru dengan dua orang tersangka RIZ (Rizal Djalil), anggota BPK RI dan LJP (Leonardo Jusminarta Prasetyo), Komisaris Utama PT

Rizal Djalil Anggota BPK dari Jambi Diduga Terima Suap 100.000 Dollar Singapura dari Proyek SPAM
KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D
Juru Bicara KPk Febri Diansyah dan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam konferensi pers penetapan anggota BPK RI sebagai tersangka kasus SPAM, Rabu (25/9/2019). 

Rizal Djalil Anggota BPK dari Jambi Diduga Terima Suap 100.000 Dollar Singapura dari Proyek SPAM

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan anggota Badan Pemeriksa Keuangan Rizal Djalil sebagai tersangka dalam pusaran kasus suap terkait proyek Sistem Penyediaan Air Minum ( SPAM).

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan, KPK juga menetapkan Komisaris Utama PT Minarta Duhatama sebagai tersangka kasus ini.

"KPK membuka penyidikan baru dengan dua orang tersangka RIZ (Rizal Djalil), anggota BPK RI dan LJP (Leonardo Jusminarta Prasetyo), Komisaris Utama PT MD (Minarta Dutahutama)," kata Saut dalam konferensi pers, Rabu (25/9/2019).

Baca: Mata Najwa Tadi Malam, Pernyataan Fahri Hamzah Bikin Presenter Bereaksi, Dianggap Muter-muter

Baca: Ikut Demo di Jakarta, Kenapa Pelajar Lebih Berani Dibandingkan Mahasiswa?

Baca: Kata Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah saat Hadir di Mata Najwa, Berapi-api hingga Gebrak Meja

Saut mengatakan, penetapan tersangka ini merupakan pengembangan kasus SPAM yang melibatkan sejumlah pejabat Kementerian PUPR yang terbukti menerima suap.

KPK menemukan bukti permulaan yang cukup tentang dugaan keterlibatan pihak lain baik pemberi selain pihak PT WKE dan PT TSP ataupun penerima lain dalam proses penyidikan dan persidangan kasus tersebut.

Rizal Djalil, anggota BPK RI asal Jambi.
Rizal Djalil, anggota BPK RI asal Jambi. (kompas.com)

"Dalam pengembangan perkara ini, ditemukan dugaan aliran dana 100,000 Dollar Singapura pada salah satu Anggota Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dari pihak swasta," ujar Saut.

Sebagai pihak yang diduga menerima suap, Rizal disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca: Klasemen Liga Italia 26 September 2019, Usai Laga Inter Milan vs Lazio, Siapa yang Ada di Puncak?

Baca: Urutan 12 Zodiak yang Paling Menawan, Bikin Orang Lain Kagum & Terpesona, Aquarius Jawara!

Sementara itu, Leonardo sebagai pihak yang diduga memberi suap disangka melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Adapun kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan yang berlangsung pada 28 Desember 2018 lalu. Pihak-pihak yang terjaring dalam OTT itu semuanta telah divonis bersalah.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "KPK Tetapkan Anggota BPK Rizal Djalil sebagai Tersangka Kasus SPAM", https://nasional.kompas.com/read/2019/09/25/18095321/kpk-tetapkan-anggota-bpk-rizal-djalil-sebagai-tersangka-kasus-spam.
Penulis : Ardito Ramadhan

Editor: suci
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved