Pedagang Mengeluh Sepi Pembeli, Dampak Kabut Asap 2 Bulan Terakhir di Tanjab Timur

Kondisi kemarau panjang dan kabut asap yang terjadi selama dua bulan terakhir, juga berdampak pada pertukaran uang di pasar

Pedagang Mengeluh Sepi Pembeli, Dampak Kabut Asap 2 Bulan Terakhir di Tanjab Timur
tribunjambi/Abdullah Usman
Pedagang Keluhkan Sepinya Pembeli, Dampak Kabut Asap 2 Bulan Terakhir di Tanjab Timur 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Kondisi kemarau panjang dan kabut asap yang terjadi selama dua bulan terakhir, juga berdampak pada pertukaran uang di pasar tradisional Talang Babat, Kamis (26/9).

Hal tersebut dikarenakan kondisi udara di Tanjab Timur pada Agustus hingga September diselimuti kabut asap tebal. Sehingga, minat masyarakat untuk beraktivitas di luar rumah dan pasar berkurang.

Lasmini (56) pedagang sayur mayur di Pasar Talang Babat mengatakan, sejak beberapa bulan terakhir, animo masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional sedikit berkurang. Hal tersebut sangat terlihat berbeda dengan hari hari biasanya.

"Yang nampak nian sejak awal bulan kemarin, pembeli sepi. Ditambah saat parah- parahnyo kabut asap. Biso dihitung nianlah pembeli yang datang. Biaso pembeli datang keliling dulu. Inilah beli sayur langsung balek," tuturnya.

Menurutnya, keadaan tersebut terjadi tidak hanya pada pasar Talang Babat saja, melainkan juga pada pasar pasar lainnya seperti pasar kalangan. Hampir disetiap pasaran selalu sepi.

Sementara itu Kabid Pasar Disperindag Tanjabtim Hardiansyah mengatakan, keadaan tersebut memang bisa dimaklumi mengingat kondisi saat ini. Dengan demikian secara tidak langsung juga berdampak pada retribusi PAD yang kita targetkan.

"Permasalahan lainya juga terkait faktor ekonomi masyarakat itu sendiri dalam kondisi seperti saat ini dan ditambah kendala kabut asap yang mengakibatkan kunjungan masyarakat ke pasar saat musim kemarau berkurang," tuturnya.

Ia berharap, dengan hujan yang turun beberapa hari terakhir dapat mengubah kondisi udara dan cuaca di Tanjabtim menjadi lebih baik dan pertukaran uang dipasaran kembali normal.

"Dan, juga mudah-mudahan dengan sisa waktu yang ada jelang penghujung tahun target retribusi dapat tercapai," pungkasnya.

Realisasi Retribusi Capai 60 Persen

Memasuki penghujung tahun 2019 beberapa realisasi dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) mulai terlihat dari beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemkab Tanjab Timur Satu diantaranya dari Dinas Perindustrian Perdagangan (Perindag).

Beberapa sektor PAD dapat dihasilkan dari Dinas Perindag satu diantaranya dari retribusi pasar yang ada di Kabupaten Tanjabtim.

Kabid Pasar Hardiansyah saat dikonfirmasi menuturkan, hingga penghujung September 2019, jumlah realisasi PAD dari sektor pasar sudah terlihat meski bertahap.

"Untuk retribusi PAD kita dari sektor parkir dan kios pasar sudah mencapai Rp 60-an juta dari target Rp 100 juta," ungkapnya.
Menurutnya, sumber PAD tersebut dikumpulkan dari beberapa sektor yang memiliki nilai setoran berbeda-beda dan tentunya sesuai dengan peraturan daerah Perda yang ada di kabupaten.

"Dari sektor lapak pedagang dikenakan wajib setor Rp 2.000 dan kios Rp 3.000 per hari. Selain itu juga dari sektor parkir sepeda motor Rp 1.000 dan mobil Rp 2.000 per unit," jelasnya.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved