ILC TV One

Twit Rocky Gerung Heboh Saat Karni Ilyas Posting Topik ILC TV One Bahas Pasal Penghinaan Presiden

Sebelumnya, Karni Ilyas memposting di Twitter tentang topc yang akan dibawakannya nanti malam, Twit Rocky Gerung Panen Reaksi.

Twit Rocky Gerung Heboh Saat Karni Ilyas Posting Topik ILC TV One Bahas Pasal Penghinaan Presiden
Kolase Tribun Jateng/Istimewa
Twit Rocky Gerung Heboh Saat Karni Ilyas Posting Topik ILC TV One Bahas Pasal Penghinaan Presiden 

Menurut pantauan Kompas.com, di platform media sosial Twitter hingga Senin petang, terdapat lebih dari 5.000 tweet yang menyerukan tagar ini.

Selain itu, tagar baru tersebut menempati posisi puncak di trending Twitter Indonesia. Analis media sosial dan digital dari Universitas Islam Indonesia (UII) Ismail Fahmi menuturkan, setelah tagar utama berhasil menghimpun massa, maka setelah itu biasanya terdapat perubahan pesan dengan munculnya tagar lain.

Menurut Ismail, para penggerak aksi ini memang telah memiliki jaringan sendiri, sehingga distribusi pesan yang ingin disampaikan bisa langsung ke audiens lewat perantaraan media sosial.

"Jadi habis Gejayan Memanggil mungkin biasanya akan turun (trennya). Biasanya ada evolusi atau perubahan pesan, misalnya dengan kata Bergerak," ucap Ismail menjawab Kompas.com, Senin (23/9/2019).

Trending Twitter Senin (23/9/2019)
Trending Twitter Senin (23/9/2019) ()

Setelah ini, lanjut Ismail, para penggerak akan membuat tagar lainnya sehingga seruan aksi dapat tetap bergaung.

Setelah itu, ada kemungkinan tagar dan gerakan ini akan semakin berkembang dengan nama dan sebutan lainnya.

"Karena tagar ini seperti satu fase satu gerakan atau suatu awal untuk memanggil yang lain," tutur Ismail.

Tangkapan layar Twitter Indonesia. Setelah tagar #GejayanMemanggil, kini muncul tagar #GejayanBergerak, sesaat setelah seruan aksi dilakukan.

(Tangkap layar Twitter) Pendiri Drone Emprit ini melanjutkan, tagar dalam percakapan di media sosial digunakan untuk menyatukan obrolan-obrolan kecil nan pendek dari ribuan orang.

Fitur tagar ini lah yang kemudian mewakili suatu percakapan yang sedang hangat dibicarakan, sehingga orang lain bisa mengikuti percakapan mengenai satu topik tertentu.

Selain itu, Ismali menambahkan, sebelum menyerukan aksi di media sosial, para penggerak biasanya melakukan kegiatan offline untuk memberikan dampak yang lebih besar. Kegiatan offline tersebut benar-benar dijalankan sehingga ketika ada gerakan, maka seruan aksi ini langsung naik dan menjadi pembicaraan di media sosial.

Dengan demikian, jika ingin memberikan dampak besar dalam suatu aksi, maka penggerak harus melakukan aksi lapangan dan kampanye lewat media daring.

"Makanya untuk gerakan-gerakan semacam ini harus ada dua, yaitu offline dan online. Tanpa itu enggak akan membuat suatu gerakan besar," tutur Ismail.

Sementara khusus untuk aksi Gejayan Memanggil, tagar yang muncul di media sosial berperan layaknya corong untuk aksi lapangan yang memang sudah ada sebelumnya.

"Untuk kasus Gejayan Memanggil, sebelumnya mereka bergerak offline terus mereka membangun narasi, lalu membangun undangan katakanlah lewat Twitter," ucap Ismail.

Setelah narasi dan undangan digaungkan via media sosial dan banyak orang yang membicarakan topik tersebut, maka gerakan ini bisa memanggil massa dalam jumlah besar.

Sementara pantauan tribun-timur.com Selasa (24/9/2019) pagi ini, muncul tagar di twitter dari Makassar #UnhasTerpanggil. 

Akun politisi pendukung Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto, Said Didu, ikut dimention.

#unhasTerpanggil. kampus merah bergerak @saiddidu

Tagar Unhas Terpanggil di lini masa twitter
Tagar Unhas Terpanggil di lini masa twitter (twitter.com)

Dekan UMI Makassar Terbitkan Surat Edaran 'Bebaskan' Mahasiswa

Dekan kampus Fakultas Teknologi Industri (FTI) UMI Makassar, Ir Zakir Sabara terbitkan surat himbauan kepada mahasiswanya.

Surat himbauan itu dikirim Zakir kepada tribun timur, Senin (23/9/2019) malam ini. Terkait perkembangan situasi nasional.

Seperti diketahui, saat ini beredar di sosial media (Sosmed) berbagai macam seruan aksi solidaritas untuk kepedulian bangsa.

Surat edaran untuk mahasiswa FTI UMI seperti ini:

Surat Himbauan Dekan FTI UMI Makassar No: ISTIMEWA/A.20/FTI-UMI/IX/2019.

Mencermati perkembangan situasi aksi mahasiswa UMI dan berbagai kampus di Indonesia, serta kemungkinan aksi damai pada Hari Selasa, 24 September 2019, maka Dekan FTI UMI Makassar menghimbau:

1. Sesuai semangat #FTIUMIKEREN : Sharing is Caring maka diminta kepada seluruh sivitas akademika FTI UMI Makassar untuk tetap peduli dengan situasi bangsa dan tetap istiqamah memperjuangkan aspirasi dan kebenaran melalui cara cara yang elegan dan bermartabat

2. FTI UMI Makassar tidak dalam kapasitas meminta/menyuruh dan atau melarang mahasiswa untuk mengikuti aksi damai atau menyuarakan aspirasi dan memperjuangkan amanat penderitaan rakyat. Sivitas akademika tetap diminta berpegang teguh pada prinsip institusi sebagai lembaga pendidikan dan dakwah

3. FTI UMI Makassar meminta kepada seluruh lembaga mahasiswa untuk melakukan analisa dan kajian secara rasional dan memandang secara jernih semua persoalan bangsa yang terjadi saat ini, sebelum memutuskan terlibat atau tidak melibatkan diri dalam aksi damai

4. FTI UMI Makassar menghimbau kepada pengurus lembaga mahasiswa secara berjenjang (BLM, BEM & HMJ) untuk melakukan langkah-langkah kajian dan analisis serta mengambil peran dan tanggung jawab strategis jika ingin melibatkan dan atau tidak melibatkam diri dalam kegiatan aksi damai.

5. FTI UMI Makassar menghimbau kepada seluruh sivitas akademika untuk secara bersama-sama mengambil peran dan tanggungjawab sesuai bidangnya masing-masing jika lembaga mahasiswa mengambil keputusan terlibat atau tidak melibatkan diri pada aksi damai.

6. FTI UMI Makassar secara tegas meminta selurus sivitas akademika termasuk didalamnya pengurus lembaga mahasiswa untuk tetap patuh dan taat pada peraturan akademik dan kebebasan mimbar akademik serta peraturan kampus lainnya.

Demikian himbauan ini dibuat untuk ditaati oleh sivitas akademika sekaligus menjadi sikap FTI UMI Makassar

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com

Editor: Tommy Kurniawan
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved