Oktober Bulannya Kopi, BI Dukung International Coffee Day dan Festival 1000 Kopi Kerinci

International Coffee Day akan berlangsung pada tanggal 1-4 Oktober 2019 di Ratu Convention Center (RCC) Kota Jambi.

Oktober Bulannya Kopi, BI Dukung International Coffee Day dan Festival 1000 Kopi Kerinci
tribunjambi/nurlailis
Pesta kopi Jambi, digelar di Citraland, dalam memperingati Hari Kopi Internasional pada 1 Oktober 

Oktober Bulannya Kopi, BI Dukung International Coffee Day dan Festival 1000 Kopi Kerinci

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sebagai daerah penghasil kopi yang memiliki tiga jenis kopi, Provinsi Jambi dipercaya menjadi tuan rumah event International Coffee Day (ICD). Tidak hanya itu, festival lokal yakni Festival 1000 Kopi Kerinci turut mengantarkan kopi Jambi makin dikenal masyarakat luas.

International Coffee Day akan berlangsung pada tanggal 1-4 Oktober 2019 di Ratu Convention Center (RCC) Kota Jambi. Sedangkan, Festival 1000 Kopi Kerinci akan berlangsung di tanggal 9-12 Oktober 2019 di Kayu Aro, Kab. Kerinci. Bank Indonesia (BI) bersama Kementerian Perindustrian, Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kabupaten Kerinci, Komunitas Kopi 0741 dan Komunitas Trimomaju bersinergi mengadakan event ini.

Dijelaskan A. Pandu Wirawan, Kepala Tim Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, International Coffee Day (ICD) setiap tahunnya dirayakan di Indonesia oleh provinsi yang berbeda. Tahun ini Provinsi Jambi menjadi Tuan Rumah ICD yang keenam, setelah sebelumnya diadakan di Makasar.

Baca: Kurangi Dampak Kabut Asap di Jambi, IJPJ Bagikan Ribuan Masker

Baca: Udara Sangat Tidak Sehat, Siswa SD hingga SMP di Tanjab Barat Kembali Diliburkan

Baca: Triwulan Tiga, Serapan APBD Tanjab Barat Tahun 2019 Baru 46 Persen

Baca: WIKIJAMBI-Edisi, Spesialis Donat dan Roti Gandum di Kota Jambi, Lihat Daftar Rasanya

"Disperindag Provinsi saat itu mengkomunikasikan kepada Bank Indonesia, jadi kami sambut dan kita bersinergi untuk mengadakan ICD," ujarnya.

Banyak kegiatan menarik pada event ini di antaranya pemecahan rekor Muri dengan tema "Seduh Kopi Terbanyak dari Tiga Jenis Kopi" di hari pertama ICD, Seminar dari Kementerian Perindustrian langsung dan Pelantikan Dewan Kopi (Dekopi) pertama di Jambi oleh Dekopi Pusat.

"Kita baru kali ini membentuk Dekopi Jambi, dan nanti yang melantik dari Dekopi Pusat saat event ICD," ujar Pandu.

Selain itu, ICD juga diramaikan dengan event lomba V60 Battle dan Cup Tester Competition yang masing-masing lomba ditargetkan sebanyak 32 peserta. Jika banyak yang antusias mengikuti lomba ini, tidak menutup kemungkinan akan menambah kuota peserta. Lalu, ada Exhibition Latte Art & Fun Cupping, dan lomba Catur.

"Nantinya di ICD akan ada tiga venue, pertama dalam gedung RCC dalam bentuk Expo, kedua tenda roder acara tempat berlangsungnya opening ceremony, Pemecahan Rekor Muri, kompetisi kopi, dan ketiga tenda roder On Farm dan Off Farm yang menampilkan penanaman kopi hingga kopi siap diminum," bebernya.

Kegiatan Festival 1000 Kopi Kerinci yang diadakan di Kayu Aro selama empat hari (9-12/10), antara lain simbolis ekspor mandiri perdana kopi, penyerahan bantuan Program Sosial Bank Indonesia, berupa gudang kopi dan beragam kompetisi kopi, dan bootcamp sebanyak 22 ton Kopi Arabika rencananya akan diekspor perdana melalui Pelabuhan Pelindo Talang Duku Jambi. Izin ekspornya juga milik orang Jambi sendiri, yakni Koperasi Koerintji Barokah Bersama.

Perlombaan kopi dengan juri dari artis kopi skala nasional dan internasional, yakni Mira Yudha, Micel Jasin, Resianri Triane dan Eko Klasik Bean.

Baca: Sumur Kering, Warga Senaung Muarojambi Manfaatkan Sungai Batanghari Meski Keruh

Baca: Dinas Kesehatan Beberkan Penyebab Meningkatnya Kasus Diare di Muarojambi

Baca: KPU Bungo Khawatir Pilbup Bungo 2020 Terganggu, Ini Alasannya

Baca: Korupsi Proyek Irigasi Kerinci, Ibnu Ziady Divonis Satu Tahun, JPU Masih Pikir-pikir

Event ini juga dirangkai dengan Peringatan 70 tahun kerjasama antara Republik Indonesia dan Belgia yang dihadiri langsung oleh Duta Besar negara RI dan Belgia.

"Harapan kita kopi Jambi lebih menggema di dunia internasional. Kita juga ingin mengedepankan kerjasama multipihak, karena hal ini sangat diperlukan untuk percepatan pertumbuhan ekonomi lokal. Misalnya di Kerinci, agar potensi kopi, kayu manis dan pariwisatanya dapat dioptimalkan perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Nantinya kerjasama yang terjalin bukan hanya dengan pemerintah saja, melainkan juga dengan Bank Indonesia, Rikolto/ LSM dari Belgia dan komunitas masyarakat. Kita memiliki potensi yang luar biasa namun perlu penguatan infrastruktur dan sarana transportasi. Harapan kami, event ini dapat menjadi pemantik perwujudan hal dimaksud," pungkasnya.

Penulis: fitri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved