Pemkot Sungai Penuh Gelar Temu Mitra Komoditas Perkebunan, Soroti Produktivitas Komoditi Kopi

Wakil Walikota Sungai Penuh, H. Zulhelmi menghadiri sekaligus membuka acara Temu Mitra Komoditas Perkebunan, Selasa (17/9) .

Pemkot Sungai Penuh Gelar Temu Mitra Komoditas Perkebunan, Soroti Produktivitas Komoditi Kopi
tribunjambi/herupitra
Wakil Walikota Sungai Penuh, H. Zulhelmi menghadiri sekaligus membuka acara Temu Mitra Komoditas Perkebunan, Selasa (17/9/2019). 

Pemkot Sungai Penuh Gelar Temu Mitra Komoditas Perkebunan. Soroti Produktivitas Komoditi Kopi

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM,SUNGAIPENUH - Wakil Walikota Sungai Penuh, H. Zulhelmi menghadiri sekaligus membuka acara Temu Mitra Komoditas Perkebunan, Selasa (17/9).

Bertempat di Lamanda Resto, acara tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jambi yang diwakili oleh Ir. Dara Iriantini serta Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kota Sungai Penuh, Bomberdin.

Menurut Bomberdin, produksi pertanian di Kota Sungai Penuh masih belum maksimal dan belum bisa bersaing di pasar.

Karena alasan itu lah gelar temu mitra komoditas perkebunan dilaksanakan untuk lebih meningkatkan kemampuan dan peningkatan produksi para mitra petani di Kota Sungai Penuh.

Senada juga diungkapan Wawako H. Zulhelmi saat membuka acara tersebut.

Ia mengatakan, Kota Sungai Penuh adalah kota yang unik, karena 52 persen wilayahnya adalah hutan, dan wilayah kota yang paling banyak desanya.

Serta pendapatan asli daerah (PAD) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang paling kecil di Provinsi Jambi, wilayah kota sungai penuh memiliki sumber daya alam yang terbatas.

Untuk meningkatkan PAD, sambung Wawako, salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan kualitas dan produktivitas komoditas kopi.

Baik itu kopi arabica dan robusta agar dapat meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan petani, serta meningkatkan PAD bagi kota Sungai Penuh.

"Ini patut disyukuri karena umumnya kota meningkatkan PAD lewat home industry, akan tetapi kota Sungai Penuh masih bisa lewat pertanian," jelasnya.

Harapannya lewat pertanian kopi dan produk kopi sungai penuh dapat terkenal secara nasional dan internasional.

BERITA TERPOPULER:

4 Dedengkot KKB Menyerahkan Diri, Ngaku Hidup Menderita, Kelaparan, Kedinginan & Kepanasan di Hutan

Misteri Suara Bayi di Lahan Kosong Paal Merah, Jaelani Tak Bakal Lupa Seumur Hidup

Oknum Guru Ekstrakurikuler di Tebo, Cabuli Muridnya Selama 7 Tahun, Puluhan Siswa Jadi Korban

VIDEO: Ini Identitas 3 korban Tewas Kecelakaan di Tol Jagorawi

FOLLOW INSTAGRAM TRIBUN JAMBI:

.

Penulis: heru
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved