Advertorial

Imigrasi Jambi Lindungi Masyarakat Agar Tidak Jadi Korban TPPO, Gelar Sosialisasi untuk Pencegahan

Perlindungan itu khususnya TPPO yang berawal dari pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) non prosedural dengan modus penempatan buruh migran, dll

Imigrasi Jambi Lindungi Masyarakat Agar Tidak Jadi Korban TPPO, Gelar Sosialisasi untuk Pencegahan
Tribun Jambi
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jambi gelar sosialisasi Keimigrasian Pencegahan ke Transnational Organized Crime Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) TKI non prosedural. 

Imigrasi Jambi Lindungi Masyarakat Agar Tidak Jadi Korban TPPO, Gelar Sosialisasi untuk Pencegahan

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jambi berusaha melindungi masyarakat agar tidak menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Perlindungan itu khususnya TPPO yang berawal dari pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) non prosedural dengan modus penempatan buruh migran, duta budaya, program bursa tenaga kerja dan lainnya.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jambi, Heru Santoso Ananta Yudha, mengatakan upaya pencegahan dilakukan secara proaktif dengan mengidentifikasikan pemantauan terhadap masyarakat, khususnya Jambi yang mengajukan permohonan dokumen perjalanan keluar wilayah Indonesia.

"Terhitung tiga tahun, mulai 2017 hingga 2019, berdasarkan hasil identifikasi pemantauan, kami menunda pemberian dokumen keimigrasian sebanyak 662 pemohon, karena diduga sebagai tenaga kerja non prosedural dan dikhawatirkan menjadi korban TPPO," tuturnya, Rabu (18/9).

Di sisi lain, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah Provinsi Jambi agar tidak tertipu dan menjadi korban TPPO, Imigrasi Kelas I TPI Jambi gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat.

"Seperti sosialisasi yang kami lakukan hari ini, kami mengundang seluruh pihak terkait dari organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk camat dan lurah untuk sosialisasi Keimigrasian Pencegahan ke Transnational Organized Crime Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) TKI non prosedural, " ujarnya.

Heru berharap melalui kegiatan akan dapat menambah pemahaman dan wawasan mereka yang hadir.

Kepada mereka yang hadir didorong untuk menyebarluaskan informasi yang didapat kepada masyarakat sesuai fungsi masing-masing agar tidak ada lagi masyarakat yanh terjebak TPPO.

Kepala Kanwil Hukum dan HAM Jambi, Agus Nugroho Yusuf, memaparkan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) merupakan bentuk modern perbudakan manusia dan pelanggaran terburuk harkat martabat serta Hak Asasi Manusia baik berupa eksploitasi seksual, eksploitasi fisik dan eksploitasi organ tubuh.

Melihat perkembangan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dari tahun ke tahun semakin meningkat. Sosialisasi ini menjadi bukti komitmen Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jambi dalam melaksanakan tri fungsi imigrasi melalui penegakan hukum dan mejaga keamanan negara dengan melibatkan semua pihak untuk mengeliminasi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). (*)

Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved