Berita Tebo

Tuntut Penyelesaian Konflik Wilayah Kelola Rakyat, Ratusan Petani di Tebo Unjuk Rasa

Tuntut Penyelesaian Konflik Wilayah Kelola Rakyat, Ratusan Petani di Tebo Unjuk Rasa

Tuntut Penyelesaian Konflik Wilayah Kelola Rakyat, Ratusan Petani di Tebo Unjuk Rasa
Tribunjambi/Mareza
Tuntut Penyelesaian Konflik Wilayah Kelola Rakyat, Ratusan Petani di Tebo Unjuk Rasa 

Tuntut Penyelesaian Konflik Wilayah Kelola Rakyat, Ratusan Petani di Tebo Unjuk Rasa

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Keluarga Besar Petani Tebo, Senin (16/9/2019) menggelar aksi di kompleks perkantoran Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Tebo.

Aksi massa itu dilakukan lantaran kondisi penguasaan sumber daya alam (SDA) dan hutan yang dianggap mereka timpang.

Koordinator aksi, Abdullah mengatakan, ketimpangan tersebut ditambah lagi dengan tidak adanya kepastian terhadap wilayah kelola rakyat. Imbasnya, hal itu menjadi titik awal munculnya konflik.

Ratusan petani di Tebo melakukan unjuk rasa di perkantoran Pemkab Tebo
Ratusan petani di Tebo melakukan unjuk rasa di perkantoran Pemkab Tebo (Tribunjambi/Mareza)

"Maraknya pengelolaan kawasan hutan untuk dijadikan wilayah kelola dan sumber pemenuhan kebutuhan hidup, juga berawal dari pembiaran oleh pemerintah," ungkapnya.

Menurutnya, ketika rencana pengelolaan sumber daya alam dan hutan tidak melibatkan masyarakat, maka yang terjadi adalah penggusuran wilayah kelola, intimidasi terhadap petani dan penggarap, bahkan kriminalisasi terhadap petani.

Untuk itu, kata dia, mereka menuntut agar Pemkab Tebo membentuk Tim Gugus Tugas Reforma Agraria di Kabupaten Tebo, sebagai jalan penyelesaian konflik agraria di Tebo.

Baca: Video Bentrok Soal Pagar Aparat TNI vs Petani di Kebumen Viral, Ini Penjelasan Kodam IV/Diponegoro

Baca: 8 Suku Anak Dalam di Sumsel Bersekolah di Jambi, Baim Ingin Jadi TNI

Baca: Suhu di Kerinci Mencapai 13 Derajat, Begini Penjelasannya

Baca: Ulang Tahun ke-70 Chrisye, Kenang Sang Legenda Musik Indonesia, Gaya Kakunya Jadi Jalan Ketenarannya

Selain itu, pihaknya juga menuntut untuk segera menerbitkan rekomendasi pelepasan kawasan hutan di lokasi prioritas reforma agraria dan rekomendasi pengurangan izin perusahaan yang berkonflik di wilayah kelola rakyat.

"Kami juga menuntut pemerintah untuk menerbitkan rekomendasi pencabutan izin perusahaan yang tidak aktif dan beroperasi di Kabupaten Tebo," sebutnya.

"Kami juga minta pemerintah untuk mengevaluasi perizinan di sektor kehutanan dan menerbitkan rekomendasi pencabutan izin perusahaan yang terbakar dikabupaten Tebo," lanjutnya.

Pihaknya juga menuntut pembekukan dan mencabut izin perkebunan sawit yang lahannya terbakar dan menghentikan kriminalisasi, intimidasi, serta tindakan represif terhadap petani yang sedang memperjuangkan wilayah kelola rakyat.

"Stop penggusuran lahan di wilayah kelola Forum Keluarga Besar Petani Tebo dan segera terbitkan Peraturan Daerah (Perda) tentang pengakuan dan perlindungan hak-hak masyarakat hukum adat di kabupaten Tebo," bebernya.

Massa kemudian diterima perwakilan DPRD Kabupaten Tebo, Pemekab Tebo, KPH, BPN, Biro Hukum, dan Kesbangpol.

Tuntut Penyelesaian Konflik Wilayah Kelola Rakyat, Ratusan Petani di Tebo Unjuk Rasa  (Tribunjambi.com/ Mareza Sutan A J)

Penulis: Mareza
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved