Kabut Asap

Dilengkapi ILS CAT 1, Tak Ada Pembatalan Penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi

Kabut asap yang melanda beberapa daerah di Provinsi Jambi tidak menghambat aktivitas penerbangan di Bandar Udara Sultan

Dilengkapi ILS CAT 1, Tak Ada Pembatalan Penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi
TRIBUN JAMBI/FITRI AMALIA
Suasana di depan pintu keberangkatan Bandara Sultan Thaha Jambi yang tetap normal, Senin (16/9). , Ketersediaan ILS kategori 1 milik Airnav tak mengganggu aktivitas penerbangan dari dan ke Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kabut asap yang melanda beberapa daerah di Provinsi Jambi tidak menghambat aktivitas penerbangan di Bandar Udara Sultan Thaha Jambi. Hal itu dijelaskan Executive General Manager Bandara Sultan Thaha Jambi, M. Hendra Irawan.

Namun ada penerbangan yang mengalami hambatan karena cuaca tempat tujuan, yakni maskapai Wings Air Jambi-Bungo-Kerinci.

"Wings Air Jambi-Bungo-Kerinci ada cancel dia, tapi bukan karena permasalahan cuaca di Kota Jambi, infonya karena cuaca tempat tujuan Muara Bungo yang tidak memungkinkan untuk landing jadi cancel, dan terpaksa digeser (reschedule) penerbangannya," jelasnya.

Pihaknya juga memastikan maskapai tetap memenuhi ketentuan dan kewajibannya maskapai terhadap penumpang. "Tapi karena ini kan masalah cuaca hal ini di luar kewenangan, di luar kendali dan tidak dapat dihindari, jadi bukan masalah operasional," ujarnya.

Pihaknya juga telah siap jika terjadi penumpukan penumpang atau pesawat.

Sejauh ini kendala yang dihadapi baru tujuan ke Muara Bungo. Untuk daerah asal asap termasuk Pekanbaru, sejauh ini dikatakan Hendra masih normal dan belum ada pembatalan penerbangan baik datang maupun pergi.

"Masih seperti sebelumnya, tidak ada sampai ada pembatalan atau landing di bandara lain, tetap landing di Jambi tetapi di Jambi mungkin butuh waktu," katanya.

Untuk di Bandara Sultan Thaha Jambi tidak ada masalah Senin(16/9) dan cuaca masih diatas batas normal. Jarak pandang terendah rata-rata terjadi pada pagi hari, sekitar pukul 06.24 sejauh 1.900 M. Bandara Sultan Thaha Jambi juga telah dilengkapi dengan alat bantu, ILS kategori 1 (ILS CAT.1) milik Airnav sehingga memungkinkan membantu pendaratan dengan jarak pandang 800 M.

"Karena kita kan batas ambang 800 meter tapi sekarang siang ini sudah di 5.000 M sudah bagus banget, kemarin jarak pandang terendah ada di 2300 M, malah kondisinya lebih bagus kemarin, memang rata-rata pagi terendahnya," jelasnya.

Selain itu, setiap hari juga tiga helikopter dari BNPB yang menginap di Bandara Sultan Thaha Jambi. "Karena memang sudah koordinasi dengan kita, yang saya ketahui dua unit untuk membantu pemadaman, dan satu unit untuk patroli," jelasnya.

Penulis: fitri
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved