Viral

Video Bentrok Soal Pagar Aparat TNI vs Petani di Kebumen Viral, Ini Penjelasan Kodam IV/Diponegoro

Kodam IV/Diponegoro memberikan penjelasan terkait video viral yang memperlihatkan bentrok personel TNI dengan warga di Kebumen, Jawa Tengah, Rabu (11/

Video Bentrok Soal Pagar Aparat TNI vs Petani di Kebumen Viral, Ini Penjelasan Kodam IV/Diponegoro
Kolase
Video Bentrok Soal Pagar Aparat TNI vs Petani di Kebumen Viral, Ini Penjelasan Kodam IV/Diponegoro 

Video Bentrok Soal Pagar Aparat TNI vs Petani di Kebumen Viral, Ini Penjelasan Kodam IV/Diponegoro

TRIBUNJAMBI.COM - Kodam IV/Diponegoro memberikan penjelasan terkait video viral yang memperlihatkan bentrok personel TNI dengan warga di Kebumen, Jawa Tengah, Rabu (11/9/2019).

Dikutip dari akun facebook resmi Pusat Penerangan TNI, Kapendam IV/Diponegoro Letkol Kav Susanto melalui sambungan telepon membenarkan informasi terjadinya bentrok anggota TNI dengan warga di Kebumen.

Menurut Kapendam, anggota TNI gabungan dari Kodim 0709/Kebumen dan Yonif 403/WP yang sedang mengamankan pekerjaan pemagaran aset TNI AD terpaksa bertindak represif terhadap aksi demo yang dilakukan ratusan warga yang menolak pemagaran Lapangan Tembak Dislitbangad.

Baca: Foto & Video Kebersamaan BJ Habibie dan Ainun Semasa Hidup Jangan Tinggalkan Saya, Ainun

Baca: Benarkah Gisella Anastasia Teringat Kesalahannya? Nangis Bahas Gading Marten di Depan Jessica

Baca: Mulai Pukul 12.30 WIB, Ini Rangkaian Prosesi Pemakaman BJ Habibie Hari Ini

Diterangkan Kapendam, kejadian itu bermula dari adanya pekerjaan proyek pemagaran tahap III areal Lapbak Dislitbangad yang berlokasi di Desa Brencong, Kecamatan Buluspesantren Kabupaten Kebumen.

Pada saat yang sama datang masyarakat yang mengaku memiliki tanah tersebut, namun tidak mempunyai surat kepemilikan yang sah.

Kegiatan pemagaran yang dilakukan Kodam IV/Diponegoro adalah untuk mengamankan aset negara.

Selain itu, juga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan karena area tersebut merupakan daerah latihan atau tepatnya lapangan tembak.

Namun demikian masyarakat tetap diperbolehkan untuk menggarap lahan tersebut dengan catatan tidak boleh mengklaim bahwa tanah tersebut merupakan tanah miliknya sampai dengan ada keputusan lebih lanjut, imbuhnya.

“Perlu diketahui, berdasarkan Surat DJKN Kanwil Prov. Jateng Nomor S-825/KN/2011 tanggal 29 April 2011 tentang Penjelasan bahwa tanah kawasan latihan TNI seluas 1.150 HA diperoleh dari peninggalan KNIL tahun 1949. Saat ini tanah tersebut sudah masuk daftar Barang Milik Negara dengan Nomor Registrasi 30709034, jadi bukan milik warga”, kata dia.

Halaman
1234
Editor: suci
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved