Berita Jambi

Canting Elektrik, Ciptaan Dosen Unja untuk Permudah Pembatik, Disambut Baik Pembatik di Ulu Gedong

Canting Elektrik, Ciptaan Dosen Unja untuk Permudah Pembatik, Disambut Baik Pembatik di Ulu Gedong

Canting Elektrik, Ciptaan Dosen Unja untuk Permudah Pembatik, Disambut Baik Pembatik di Ulu Gedong
Tribunjambi/Nurlailis
Canting Elektrik, Ciptaan Dosen Unja untuk Permudah Pembatik, Disambut Baik Pembatik di Ulu Gedong 

Canting Elektrik, Ciptaan Dosen Unja untuk Permudah Pembatik, Disambut Baik Pembatik di Ulu Gedong

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Jika biasanya membatik menggunakan canting, wajan, kompor, malam atau lilin untuk membatik, kali ini ketiga hal itu dapat dilakukan oleh satu alat yaitu canting elektrik.

Canting elektrik ini diciptakan dosen fakultas pertanian Unja, Dede Martino. Ide ini tercetus sejak 2003, pada saat itu ia justru memperkenalkan di Jakarta dan memberi pelatihan di Pekalongan.

"Belakangan saya melihat membatik itu tidak ada perubahan. Sehingga saya berkeinginan untuk memperkenalkan lagi canting elektrik dengan perbaikan-perbaikan," ungkapnya, Rabu (11/9/2019).

Baca: Festival Kopi Internasional & Festival Batik Nusantara, Ikuti Lomba Ini untuk Fotografer & Vlogger

Baca: Kekurangan Ruang Belajar, Siswa SDN 104 Muara Tembesi, Batanghari, Rela 3 Tahun Belajar di Lantai

Baca: Kisah Driver Ojol Bawa Penumpang Sambil Nangis, Kerja Nyaris 24 Jam Demi Tebus Obat Istri

Canting elektrik ini merupakan hasil kegiatan Pengabdian Masyarakat di Kampung Ulu gedong , Seberang Kota Jambi dari dana PNBP Universitas Jambi dialokasikan pada LPPM Universitas Jambi tahun anggaran 2019, oleh dosen Fakultas Pertanian yang memang sudah dikenal sebagai Technopreneur, Ir. Dede Martino, M.P.

Sedangkan tim peneliti dari berbagai bidang ilmu dari Fakultas pertanian, Pendidikan Fisika dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis yaitu Ir. Ardiyaningsih Puji Lestari, MP. , Linda Handayani, M.Si , dan Dian Mala Fithriani Aira, SE, M.S.M. 

Menurut Dede Martino, awalnya pembatik kurang percaya dengan canting elektrik sebab pemerintah pernah memperkenalkan canting elektrik dari Jawa dan menyebabkan sentruman.

Kelompok membatik di Ulu Gedong
Kelompok membatik di Ulu Gedong (Tribunjambi/Nurlailis)

Canting elektrik yang sekarang ia buat cara kerjanya sama seperti yang lama. Saat uji coba kemarin pembatik bisa mengerjakan satu kain bertiga, yang biasanya satu kain satu orang. 

Hasilnya pun sama seperti canting biasa. Cara kerja canting elektrik ini efisien dari segi waktu, cara pengerjaanya pun praktis tidak memerlukan kuali untuk pemanas karena lilin malam bisa langsung diisi ulang dalam canting elektrik.

"Pembaharuan ini hanya memerlukan waktu seminggu. Berdasarkan pengalaman yang lalu juga membuat pemetaan tersendiri dikepala mengenai kekurangan yang perlu diperbaiki seperti kesulitan memegang, panas dan kekurangan lainnya," jelasnya.

Baca: Kekurangan Ruang Belajar, Siswa SDN 104 Muara Tembesi, Batanghari, Rela 3 Tahun Belajar di Lantai

Baca: Teh dari Kopi Liberika yang Kaya Anti Oksidan, Hasil Penelitian Universitas Jambi

Baca: Detik-detik Warga Menangis Saat Motornya yang Dicuri Dikembalikan Polisi, 11 Bulan Hilang

Halaman
12
Penulis: Nurlailis
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved