BJ Habibie Meninggal Dunia

BJ Habibie Meninggal, Siapa Sangka 'Bapak Pesawat' Indonesia Itu Tak Pernah Ingin Jadi Presiden

BJ Habibie Meninggal, Siapa Sangka 'Bapak Pesawat' Indonesia Itu Tak Pernah Ingin Jadi Presiden

BJ Habibie Meninggal, Siapa Sangka 'Bapak Pesawat' Indonesia Itu Tak Pernah Ingin Jadi Presiden
Tribunnews/Jeprima
Presiden Republik Indonesia ke-3, BJ Habibie saat dibantu menuruni tangga seusai memberikan pidato politinya pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (23/1/2016). BJ Habibie hadir selaku senior partai Golkar dan juga memberikan pidato politiknya 

BJ Habibie Meninggal, Siapa Sangka 'Bapak Pesawat' Indonesia Itu Tak Pernah Ingin Jadi Presiden

TRIBUNJAMBI.COM – Sosok anak bangsa yang membanggakan Indonesia ini berpulang. Dia dijuluki 'Bapak Pesawat' karena karyanya dibidang penerbangan.

Ya, sosok Bacharuddin Jusuf Habibie memang tak lepas dari pesawat terbang.

BJ Habibie kini telah berpulang. BJ Habibie meninggal dunia.

BJ Habibie bahkan mendapat predikat sebagai Bapak Teknologi Indonesia berkat kompetensinya dalam teknologi pesawat terbang.

Baca: Presiden Ketiga RI, BJ Habibie Meninggal Dunia, Sempat Diterpa Hoaks Kabar Wafatnya saat Dirawat

Baca: BJ Habibie Meninggal Dunia, Sang Anak Pernah Ungkap Riwayat Penyakit Ayahnya, Bermula dari Jantung

Baca: Presiden ketiga RI BJ Habibie Meninggal Dunia, Presiden Jokowi Melayat di RSPAD!

Baca: BREAKING NEWS: BJ Habibie Meninggal Dunia di RSPAD, Seluruh Keluarga Terdekat Dipanggil

Mengutip Deputi Direktur Keuangan Urusan Pendanaan PT Regio Aviasi Industri (RAI) Desra Firza Ghazfan, Habibie adalah salah satu saja dari angkatan pertama generasi dirgantara yang dikirimkan Presiden pertama RI Soekarno ke berbagai negara untuk belajar membuat pesawat.

Semasa muda, Habibie mulai menguliti serba-serbi mesin pesawat di Fakultas Teknik Institut Teknologi Bandung yang.

Saat itu, ITB masih bernama Universitas Indonesia pada 1954.

Hanya hitungan bulan di ITB, ia kemudian melanjutkan studi teknik penerbangan, spesialisasi konstruksi pesawat terbang di Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule Jerman.

Ia pun menerima gelar Diplom Ingenieur pada 1960 dan gelar Doktor Ingenieur pada 1965 dengan predikat summa cumlaude dari Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachean.

Halaman
1234
Editor: ekoprasetyo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved