Antisipasi Dampak Kabut Asap, Fasha Panggil Kepala Sekolah SD dan SMP se Kota Jambi

Wali Kota Jambi, Syarif Fasha mengumpulkan seluruh kepala SD, SMP swasta dan negeri sekota Jambi, Rabu (11/9),

Antisipasi Dampak Kabut Asap, Fasha Panggil Kepala Sekolah SD dan SMP se Kota Jambi
Tribunjambi/Rohmayana
Fasha saat menyerahkan masker pada kepala sekolah SD dan SMP sederajat di Kota Jambi, Rabu (11/9). 

Antisipasi Dampak Kabut Asap, Fasha Panggil Kepala Sekolah SD dan SMP se Kota Jambi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Wali Kota Jambi, Syarif Fasha mengumpulkan seluruh kepala SD, SMP swasta dan negeri sekota Jambi, Rabu (11/9), di aula Rumah Dinas Walikota Jambi. Hal ini dilakukan mengingat kabut asap yang semakin pekat di Kota Jambi.

Dikatakan Fasha bahwa ada dugaan beberapa sekolah masih menyuruh siswanya untuk masuk sekolah. Serta tidak mengindahkan perintah untuk meliburkan siswa.

“Kalau pengumuman yang dibilang boleh libur dan boleh masuk. Jelas saja siswa lebih memilih masuk sekolah karena takut. Padahal saat anak-anak beraktivitas di luar dan terpapar asap maka hal ini sangat berbahaya bagi kesehatan anak-anak,” kata Fasha.

Baca: Besok, Siswa SD dan SMP Sederajat di Kota Jambi Kembali Masuk Sekolah

Baca: Kabut Asap di Muarojambi Makin Parah, Warga Mengeluh Sesak Nafas Meski Pakai Masker

Baca: Udara di Tebo Mulai Tidak Sehat, DLH Imbau Warga Pakai Masker

Baca: Pemkot Jambi Bagikan 1.738 Kartu Pelanggan Gas Subsidi

Atas kebijakan tersebut, Fasha meminta kepala sekolah untuk menerapkan kebijakan Pemkot Jambi yang telah dikeluarkan. Menurutnya, kesehatan masyarakat adalah tanggung jawab Pemkot Jambi.

"Kami tidak ingin korban ISPA seperti kejadian tahun 2015 yang lebih dari 100.000 kasus," bebernya.

Untuk itu pihaknya akan berupaya maksimal meminimalisir dampak ISPA, dan kerja sama dengan pihak swasta untuk tidak memaksakan siswa bersekolah. Bahkan, pihaknya akan menindak tegas sekolah yang masih memaksakan siswa bersekolah di tengah udara yang tidak sehat.

"Kita sudah ada kebijakan, jadi jangan ada alasan sekolah pakai AC dan semacamnya, lalu memaksa siswa untuk sekolah. Kami akan mengambil tindakan tegas sesuai dengan otoritas kewenangan yang kami miliki,” bebernya.

Jika masih terjadi, sekolah harus membuat surat pernyataan yang menyatakan sanggup untuk bertanggung jawab atas sakitnya siswa.

"Harus bertanggung jawab dan buat pernyataan di atas materai 6.000 kalau ada siswa yang terdampak. Jika tidak diurusin, maka kita akan tindak sekolah tersebut,” jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved