Bubur Asyura, Tradisi Masyarakat Tanjab Barat Memperingati 10 Muharram

Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang disebut Asyhurillah al-Hurum yakni bulan Allah yang mulia.

Bubur Asyura, Tradisi Masyarakat Tanjab Barat Memperingati 10 Muharram
Tribunjambi/Darwin
Pembuatan bubur Asyura merupakan tradisi yang sudah dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat Tanjab Barat. 

Bubur Asyura, Tradisi Masyarakat Tanjab Barat Memperingati 10 Muharram

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang disebut Asyhurillah al-Hurum yakni bulan Allah yang mulia.

Dalam bulan ini disunahkan melakukan puasa, utamanya pada tanggal 9 (hari Tasu’a, red) dan 10 Muharram (hari Asyura,red) yang secara khusus dianjurkan oleh Nabi Muhammad.

Dalam bulan ini juga terdapat hari bersejarah yaitu hari Asyura. Hari yang jatuh pada tanggal 10 Muharram ini merupakan hari bersejarah dalam Islam.

Banyak peristiwa besar terjadi di dalamnya. Hal itu yang hingga kini masih dipertahankan masyarakat Tanjung Jabung Barat khususnya Warga Kuala Tungkal.

Peristiwa 10 Muharram ini seperti diterimanya pertaubatan Nabi Adam, selamatnya Nabi Nuh dan umatnya dari banjir bandang dan lain sebagainya. Karena kemuliaan hari Asyura, ulama menyebut terdapat beberapa amalan yang dianjurkan pada hari tersebut.

Baca: BREAKING NEWS, Kabut Asap, Sekolah di Seluruh Muarojambi Diliburkan Tiga Hari

Baca: Bong dan Sabu Ditemukan di Dalam Sel, 10 Tahanan Kejari Jambi Diperiksa

Baca: Festival Batanghari Kembali Digelar September, Ini Tanggal dan Rangkaian Acaranya

Baca: Dua Pejabat Desa Napal Sisik Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa

Baca: Budayawan Jambi Junaidi T. Noor Berpulang, Fasha Ucapkan Duka Mendalam

Di Bumi Serengkuh Dayung Serentak ke Tujuan ini, para masyarakat melaksanakan amalan dengan membagi-bagikan bubur Asyura.

Pembuatan bubur Asyura merupakan tradisi yang sudah dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat Tanjab Barat. Masyarakat Tanjab Barat yang didominasi oleh perempuan secara bergotong-royong membuat bubur ini.

"Pembuatan bubur Asyura adalah tradisi masyarakat Tanjab Barat sejak ratusan tahun lalu, di dalam bubur ini terdapat 41 macam bahan makan yang diaduk dalam satu adonan," ungkap Fatma, salah satu pemasak bubur Asyura di Masjid Al Mujahidin Kuala Tungkal, Selasa (10/9).

Fatma mengatakan bahwa pembuatan bubur Asyura dilakukan masyarakat Tanjab Barat setiap tahunnya dan sudah menjadi sebuah tradisi yang melekat dan wajib untuk dilestarikan.

Halaman
12
Penulis: Darwin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved