Berita Jambi

Puluhan Pedagang Pasar Talang Banjar, Unjuk Rasa di DPRD Kota Jambi, Ini Tuntutannya

Puluhan Pedagang Pasar Talang Banjar, Unjuk Rasa di DPRD Kota Jambi, Ini Tuntutannya

Puluhan Pedagang Pasar Talang Banjar, Unjuk Rasa di DPRD Kota Jambi, Ini Tuntutannya
Tribunjambi/Rohmayana
Puluhan Pedagang Pasar Talang Banjar, Unjuk Rasa di DPRD Kota Jambi, Ini Tuntutannya 

Puluhan Pedagang Pasar Talang Banjar, Unjuk Rasa di DPRD Kota Jambi, Ini Tuntutannya

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Puluhan pedagang pasar Talang Banjar, Senin pagi (9/9/2019) melakukan aksi demo di depan Kantor DPRD Kota Jambi.

Puluhan pedagang tersebut menuntut agar pedagang yang berjualan diluar pasar talang Banjar agar ditertibkan.

Bahkan jika dalam tiga hari terakhir, tidak ada penertiban yang dilakukan pemerintah, ratusan pedagang yang berjualan di dalam pasar baru Talang Banjar, akan mengancam untuk berjualan diluar yakni di sepanjang jalan.

Sihombing satu diantara pedagang sayur mengatakan bahwa dirinya mengalami kerugian hingga jutaan rupiah akibat berjualan di pasar baru Talang Banjar.

Baca: Fasilitasi Pasar Talang Banjar, Pemkot Jambi Anggarkan Dana Rp 1,5 Miliar

Baca: Merinding Video Sebelum Kecelakaan Maut Innova VS Bus Mira, Penumpang Tewas Sempat Lakukan Hal Ini

Baca: Merinding Video Sebelum Kecelakaan Maut Innova VS Bus Mira, Penumpang Tewas Sempat Lakukan Hal Ini

Sementara pedagang yang berjualan di luar bebas bertransaksi tanpa ada penertiban.

“Dulu sempat ada di tertibkan kurang lebih satu minggu, tapi cuma sebatas itu saja, tidak ada lagi tindak lanjutnya,” kata Sihombing.

Menurutnya, pasar Talang Banjar tidak layak disebut pasar. Karena bangunan dibuat seperti basment, sehingga tidak ada udara yang masuk.

“Coba pak dewan sesekali turun ke pasar Talang Banjar. Lihatlah kondisi kami di sana. Kadang sampai menangis karena untuk membayar retribusi pun tak ada, karena dagangan tak laku. Sampai saya bilang ke petugas penarik retribusi, jualkan dulu cabai saya pak, baru saya bayar retribusinya. Menangis menetes air mata saya setiap hari,” ungkapnya.

Baca: Bantah KPAI, Menpora Tegaskan Audisi PB Djarum Harus Terus Berjalan, Tak Ada Eksploitasi Anak

Baca: Daftar Maskapai yang Menyediakan Tiket Murah ke Kuala Lumpur, Mulai Rp 485 Ribu

Baca: Ratusan Mahasiswa Asal Papua Pulang Kampung, Gubernur Lukas Enembe Sampai Kebingungan

Baca: Iuaran BPJS Naik per 1 Januari 2020, Sampai 100 Persen Untuk Kelas 1 dan Kelas 2

Sementara itu, Lendra koordinasi lapangan yang juga sebgai pedagang mengatakan bahwa pemerintah tidak tegas dalam menindak PKL yang berjualan diluar.

Halaman
12
Penulis: Rohmayana
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved