Mantan Atlet Aerobik Kota Jambi Terserang Tumor Menula Spendalis, Kondisinya Kini Menyedihkan

Sebelum terserang penyakit tumor menula spendalis, Alfikri merupakan seorang atlet senam earobik.

Mantan Atlet Aerobik Kota Jambi Terserang Tumor Menula Spendalis, Kondisinya Kini Menyedihkan
Tribunjambi/Rohmayana
Wakil Wali Kota Jambi Maulana menjenguk Alfikri (30) seorang mantan atlet senam aerobik kota Jambi kini menderita penyakit tumor menula spendalis. 

Sebelum terserang penyakit tumor menula spendalis, Alfikri merupakan seorang atlet senam earobik.

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Alfikri (30), seorang mantan atlet senam aerobik Kota Jambi, kini hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur. Sudah 2 tahun dirinya menderita penyakit tumor menula spendalis.

Tumor tersebut menyerang tulang belakangnya saat ia berusia 28 tahun, dan tengah menjalani pendidikan S-3 di Jakarta. Malang pun tak dapat di elak. Ketika itu ia melakukan pemeriksaan MRI diagnosa dokter menunjukkan bahwa dirinya terserang penyakit tumor tulang belakang.

Senin sore (9/9) rombongan Pemkot Jambi bersama Wakil Walikota Jambi Maulana mengunjungi rumahnya di belakang Kantor Camat Danau Sipin. Alfikri hanya bisa meneteskan air mata. Wajah terharu nampak dari raut wajahnya karena mendapat sedikit perhatian dari pemerintah.

Suaranya pun terdengar sayu, karena menahan sakit. Alfikri terlihat berbaring sambil menggenggam tasbih.

Baca: BREAKING NEWS, Kabut Asap di Kota Jambi Makin Berbahaya, Libur Siswa PAUD TK SD dan SMP Diperpanjang

Baca: Ratusan Kendaraan Terjaring Razia Operasi Patuh di Kota Jambi, 34 Pengendara Kena Tilang

Baca: Jaksa Tolak Replik Kasus Embung Desa Sungai Abang Tebo

Baca: Bupati Safrial Ajak Warga Dukung Pameran Nasional Kain Tradisional dan Festival Kopi Internasional

Baca: Mengaku Anggota Buser, Pemuda di Jambi Curi Motor, Todong Korban Pakai Obeng

Sesekali ia menjawab beberapa pertanyaan dari Maulana, bahwa dirinya sudah melalukan operasi sebanyak dua kali. Namun bukan sembuh, melainkan tubuhnya lumpuh dan tak bisa beranjak dari tempat tidur.

Kini dalam waktu dekat ia akan operasi ke 3 kalinya ke Palembang. Karena tak mampu lagi untuk mengunyah makanan ia sempat meminta supaya bisa diinfus di rumahnya.

“Kalau bisa pak bantu saya infus di rumah, karena saya tidak kuat untuk makan,” katanya sambil meneteskan air mata.

Triwahyu Priatma, adik kandung Alfikri mengatakan, keseharian kakaknya dibantu oleh saudara dan tetangganya.

“Sehari-hari memang berbaring di kasur. Kalau pagi sampe sore, tetangga sebelah rumah yang bantuin jaga, karena saya kerja. Sore sampe malam baru saya yang jaga,” katanya.

Triwahyu menceritakan, mulanya Alfikri mengalami sakit pinggang, setelah diperiksa ke dokter ternyata ada tumor. Sempat dioperasi, namun tidak membuahkan hasil. Kini, pengobatan Alfikri tidak bisa dilakukan di Jambi, harus dibawa ke luar kota.

“Pengobatannya di Palembang,” katanya.

Alfikri sempat mengikuti PON pada tahun 2007 dan mendapat perunggu. Teman-teman atlet pun, kata dia turut memberikan bantuan untuk pengobatan kakaknya.

Pada kesempatan ini, Pemkot Jambi memberikan bantuan BPJS Kesehatan gratis untuk Alfikri, lalu memberikan biaya untuk pengobatan di Palembang. Maulana berharap agar Alfikri dapat diberi kesembuhan dan dapat menggunakan bantuan sebaik mungkin.

“Tadi sudah kita hitung untuk pengobatan di Palembang membutuhkan biaya sekitar Rp 5 juta, lalu kita juga menggratiskan biaya BPJSnya. Saya secara pribadi juga memberikan bantuan kepada Fikri,” kata Maulana.

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved