Kabut Asap Menebal, Kompetisi Piala Suratin di Tanjab Timur Dihentikan

Asosiasi Kabupaten PSSI Tanjung Jabung Timur menghentikan kompetisi sepak bola piala Soeratin Tanjabtim U-13 dan U-15 tahun 2019 untuk sementara.

Kabut Asap Menebal, Kompetisi Piala Suratin di Tanjab Timur Dihentikan
Tribunjambi/Abdullah Usman
Lapangan sepak bola Paduka Berhala lokasi diadakan kompetisi piala Soeratin diselimuti kabut asap. 

Kabut Asap Menebal, Kompetisi Piala Suratin di Tanjab Timur Dihentikan

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Tanjung Jabung Timur, Jambi menghentikan kompetisi sepak bola piala Soeratin Tanjabtim U-13 dan U-15 tahun 2019 untuk sementara, Jumat (6/9).

Kebijakan penghentian aktivitas pertandingan ini merespon pekatnya kabut asap yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Kabupaten Tanjabtim.

Komite Kompetisi Askab PSSI Tanjabtim Zainal Abidin, membenarkan hal tersebut. Ia menyatakan, kabut asap dan kondisi udara di areal lapangan sepak bola Paduka Berhala atau lokasi diadakan kompetisi piala Soeratin saat ini sudah sangat tidak baik untuk kesehatan. 

"Hasil koordinasi panitia dan tim kesehatan Piala Soeratin tahun 2019, melihat kondisi udara di sekitaran lapangan Paduka Berhala dalam kondisi tidak baik, maka semua pertandingan hari ini dan Sabtu untuk U-13 dan U-15 kami hentikan sementara," ujar Zainal Abidin, Jumat pagi.

Baca: BREAKING NEWS, Kondisi Udara di Tanjab Timur Masuk Level Berbahaya

Baca: Diselimuti Kabut Asap, Siswa Sekolah di Tanjab Barat Harus Pakai Masker Saat Belajar

Baca: ISPU Tinggi, Dinas Pendidikan Muarojambi Minta Surat DLH untuk Liburkan Siswa

Baca: Bandingkan Bau Asap Karhutla di Muarojambi Pagi dan Malam, Warga Paparkan Kondisi Sebenarnya

Baca: Kepsek Baru Terima SE Sekolah Libur Tengah Malam, Kesulitan Informasikan ke Siswa secara Cepat

Ia menjelaskan, aktivitas Piala Soeratin ini terpaksa ditunda hingga dua hari ke depan, itupun jika kondisi udara memungkinkan. Diterangkannya, hingga kini kabut asap  yang ditimbulkan dari bencana karhutla itu masih pekat dan tebal.

"Hasil koordinasi kami bahwa pertandingan akan dilanjutkan pada hari Minggu pagi (8 September 2019) jika memungkinkan. Untuk lebih lanjut akan kami komunikasi kembali kepada manajer/ketua SSB," tukas Zainal menutup keterangannya.

Pecemaran udara di Tanjab Timur akibat kahutla masuk level berbahaya.
Pecemaran udara di Tanjab Timur akibat kahutla masuk level berbahaya. (Tribunjambi/Abdullah Usman)
Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved