Peristiwa Penyerbuan Kopassus di Hutan Papua 1962, Pardjo Tidur di Antara Mayat

Saat Letda Agus Hernoto ditangkap dalam kondisi luka parah, anggota Kopassus PU II Pardjo ternyata masih hidup.

Peristiwa Penyerbuan Kopassus di Hutan Papua 1962, Pardjo Tidur di Antara Mayat
Istimewa
Ilustrasi Kopassus 

Peristiwa Penyerbuan Kopassus di Hutan Papua 1962, Pardjo Tidur di Antara Mayat

TRIBUNJAMBI.COM - Saat Letda Agus Hernoto ditangkap dalam kondisi luka parah, anggota Kopassus PU II Pardjo ternyata masih hidup.

Kondisinya sangat parah, tak bisa bergerak jauh. 

Prajurit RPKAD (Resimen Para Komando Angkatan Darat, sekarang Kopassus) harus bertahan hidup di antara jenazah teman-temannya yang menjadi korban penyergapan musuh.

Selama lima hari, Pardjo tidur di antara jenazah tanpa ada obat-obatan dan makanan.

Kisah nyata anggota RPKAD ini terjadi saat Operasi Trikora atau Tri Komando Rakyat.

Saat itu, anggota Resimen Para Komando Angkatan Darat berjibaku di ganasnya belantara Irian Barat (sekarang Papua) dalam OperasiTrikora.

Baca: Kisah 1960-an, Murid Kopassus Mau Ikut-ikutan Aksi Sang Komandan Tapi Ragu-ragu, Ngeri

Baca: Pramugari Garuda Ini Akhirnya Sadar Penyebab Pacarnya yang Kopassus Kerap Tiba-tiba Menghilang

Baca: Dar Der Dor Hujan Peluru di Saparua, Kepala Kopassus Denjaka dan Paskhas Diincar Sniper

Baca: Badan Cewek Cantik Nempel Ketat Suami Orang, Kisah Tilang Elektronik Bongkar Dugaan Perselingkuhan

Baca: Detik-detik Perampok Seret Karyawati Minimarket Lalu Suruh Buka Baju di Kamar Mandi, Akhirnya Didor

Baca: Bule Cantik Pakai Daster Minim Mengamuk di Depan Kandang Ayam, Mencak-mencak Naik Kandang

Satu di antara yang dilakukan dengan infiltrasi militer Indonesia melalui Operasi Banteng I. Operasi itu melibatkan personel Pasukan Gerak Tjepat (PGT) yang saat ini bernama Paskhas dan RPKAD.

Gabungan Kopassus dan Paskhas ini bakal diterjunkan di tengah hutan belantara di Irian Barat. Mereka ditugaskan untuk masuk dalam wilayah pertahanan Belanda dan mengacaukan konsentrasi pasukan Belanda.

Para prajurit yang siap bertempur tersebut dibagi ke dalam dua tim yakni Banteng I di Fak-fak dan Banteng II di Kaimana.

Halaman
1234
Editor: duanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved