Gubernur Maluku Nyatakan Perang dengan Menteri Susi, Ekspor dari Laut Arafuru Jadi Masalah

Senin (2/9/2019), Gubernur Maluku Murad Ismail menyatakan perang ke Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Pernyataan tersebut disampaikan

Gubernur Maluku Nyatakan Perang dengan Menteri Susi, Ekspor dari Laut Arafuru Jadi Masalah
kompas.com
Gubernur Maluku, Murad Ismail saat diwawancarai seusai memimpin upacara HUT Kemerdekaan RI di lapangan Merdeka Ambon, Sabtu (17/8/2019)(RAHMAT RAHMAN PATTY) 

JAMBI, TRIBUNJAMBI.COM- Senin (2/9/2019), Gubernur Maluku Murad Ismail menyatakan perang ke Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Pernyataan tersebut disampaikan Murad saat sambutan pelantikan pejabat Sekda Maluku di Kantor Gubernur Maluku.

"Ini supaya kalian semua tahu. Kita perang,” ujar Murad.

Berawal dari moratorium Pernyataan perang tersebut berawal dari kebijakan moratorium yang diberlakukan Menteri Susi.

Gubernur Murad menilai moratorium tersebut merugikan Maluku.

Menurutnya, setiap bulan Kementerian Kelautan dan Perikanan mengangkut ikan dari perairan Arafuru untuk diekspor.

Menteri Susi Pudjiastuti 'semprot' anggota dewan saat jeda rapat di Gedung DPR RI
Menteri Susi Pudjiastuti 'semprot' anggota dewan saat jeda rapat di Gedung DPR RI (Instagram Menteri Susi)

Baca: Ini Contoh-contoh Bentuk Bangunan di Ibu Kota Baru, Presiden Jokowi Paparkan Harga dan Syaratnya

Baca: Curiga Nikita Mirzani Kebal Hukum, Elza Syarief Sebut 16 Kasus Tenggelam di Polda

Baca: Pria 82 Tahun di Tebo, Ditemukan Tewas Berlumuran Darah, Isterinya Temukan Benda Ini Dilantai

Tercatat 1.600 kapal ke laut Aru sejak adanya moratorium tersebut.

Selain itu sebelum ada moratorium, uji mutu dilakukan di daerah.

Namun sekarang sudah tidak dilakukan, sehingga Gubernur Murad menganggap daerahnya tidak mendapatkan apa-apa.

“Ibu Susi bawa ikan dari laut Arafura diekspor, tapi kita tidak dapat apa-apa. Berbeda dengan saat sebelum moratorium dimana uji mutunya ada di daerah,” katanya.

Ia mengatakan dari 1.600 kapal yang tercatat di laut Aru, tidak ada satu pun ABK asal Maluku yang dipekerjakan.

Halaman
123
Editor: rida
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved