Berita Tebo

Ngubay, Tradisi Turun-temurun Masyarakat Jati Belarik, di Tebo, Saat Kemarau

Ngubay, Tradisi Turun-temurun Masyarakat Jati Belarik, di Tebo, Saat Kemarau

Ngubay, Tradisi Turun-temurun Masyarakat Jati Belarik, di Tebo, Saat Kemarau
Tribunjambi/Mareza
Ngubay, Tradisi Turun-temurun Masyarakat Jati Belarik, di Tebo, Saat Kemarau 

Ngubay, Tradisi Turun-temurun Masyarakat Jati Belarik, di Tebo, Saat Kemarau

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA TEBO - Beragam tradisi yang dilakukan masyarakat selama musim kemarau. Satu di antaranya adalah tradisi ngubay, yang dilakukan masyarakat Desa Jati Belarik, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo. Ada keunikan tersendiri dari tradisi ini. Berikut yang telah Tribunjambi.com rangkum.

Cuaca cukup terik hari itu. Sinar matahari memancar di antara kabut asap yang menyelimuti. Dari tepian Sungai Batanghari, puluhan orang berduyun-duyun ke tengah sungai, yang sudah surut.

Masyarakat Desa Jati Belarik, punya cara tersendiri menikmati musim kemarau. Ngubay, begitu mereka menyebutnya. Ngubay adalah tradisi masyarakat Desa Jati Belarik, setiap musim kemarau, saat air Sungai Batanghari mulai surut.

Warga Desa Jati Belarik, turun ke sungai saat tradisi Ngubay
Warga Desa Jati Belarik, turun ke sungai saat tradisi Ngubay (Tribunjambi/Mareza)

Secara umum, yang dilakukan masyarakat dalam tradisi ngubay hanyalah menangkap ikan. Tapi, ada yang berbeda dalam cara menangkap ikan ala masyarakat Desa Jati Belarik dalam tradisi ngubay ini.

Masyarakat Jati Belarik tidak menggunakan pancing atau jaring dalam menangkap ikan selama ngubay berlangsung.

Mereka menggunakan daun pisang kering yang dijalin dengan tali dan dibentangkan dari ujung hingga ke ujung sungai.

Baca: 8 Tradisi Unik Sambut 1 Muharram, Mulai dari Mubeng Beteng, Cuci Keris, Hingga Kirab Kebo Bule

Baca: Sejarah Panjang Pawai Topeng Desa Muaro Jambi, Tradisi Tua Saat Lebaran Idul Fitri

Baca: Baselang Tngah Laman, Jadi Tontonan Seni yang Menghibur Masyarakat Muaro Jambi

Bentangan daun pisang itu kemudian dibenamkan ke air dan diseret bersama-sama hingga ke tepi. Sebagian masyarakat yang di tengah sungai memegang tali sambil mendorong daun pisang kering itu ke tepian.

Sebagian lainnya, mengawasi dari belakang, melihat-lihat kalau-kalau ada ikan-ikan lepas dari daun-daun kering itu.

Mereka tidak menggunakan bahan obat apa pun dalam tradisi ngubay tersebut. Hanya menghalau ikan-ikan hingga ke tepi.

Halaman
123
Penulis: Mareza
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved