BI Sempurnakan Kebijakan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI)

Bank Indonesia (BI) terus berupaya menyempurnakan kebijakan operasional Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI).

BI Sempurnakan Kebijakan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI)
TRIBUNJAMBI/FITRI AMALIA
Gedung Bank Indonesia Jambi 

BI Sempurnakan Kebijakan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI)

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Guna meningkatkan layanan transfer dana, layanan pembayaran dan memenuhi kebutuhan masyarakat atas penyelesaian transaksi, Bank Indonesia (BI) terus berupaya menyempurnakan kebijakan operasional Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI).

SKNBI merupakan infrastruktur yang digunakan oleh BI dalam penyelenggaraan transfer dana dan kliring berjadwal untuk memproses data keuangan elektronik (DKE) pada layanan transfer dana, layanan kliring warkat debit, layanan pembayaran reguler, dan layanan penagihan reguler.

Implementasi kebijakan baru ini telah dimulai sejak 1 September 2019. Sebanyak 112 bank telah siap implementasi kebijakan SKNBI termasuk Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

A Pandu Wirawan, Kepala Tim Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Layanan Administrasi Bank Indonesia Provinsi Jambi didampingi Tetty Suharty P, Kepala Unit Operasional Sistem Pembayaran BI Provinsi Jambi mengatakan, penyempurnaan ketentuan SKNBI dilakukan melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.21/8/PBI/2019 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Bank Indonesia. Peraturan ini merupakan perubahan ketiga terhadap Peraturan Bank Indonesia (PBI) nomor 17/9/PBI/2015, tentang penyelenggaraan transfer dana dan kliring berjadwal.

Baca: Ini Kecamatan di Kabupaen Muarojambi yang akan Dilalui Tol Jambi-Rengat

Baca: Tolak Rp 45 Miliar, Bawaslu Jambi Andalkan Putusan Permendagri untuk Minta Tambahan Dana Hibah

Baca: Tol Sumatera Hubungkan Jambi-Riau, Segini Panjangnya hingga Lewati Dua Kabupaten di Jambi

Baca: Tiga Kontraktor Diperiksa Kejati Terkait Korupsi Auditorium IAIN STS Jambi

Baca: Hypermart Jambi Sediakan Bakso Bakar Seafood Lengkap dengan Saus Barbecue

"Jika sebelumnya proses penyelesaian terjadi lima kali sehari untuk transfer dana, dan dua kali sehari untuk pembayaran reguler, kedepannya mulai September kedua jenis transaksi tersebut akan terjadi sebanyak sembilan kali sehari," ujarnya.

Layanan transfer dana dan layanan pembayaran direguler dimulai dari pukul 08.00, 09.00, 10.00, 11.00, 12.00, 13.00, 14.00, 15.00 dan terakhir pukul 16.45 WIB.

Selain penambahan frekuensi layanan, beban biaya juga dipangkas oleh BI. Layanan transfer dana yang sebelumnya dikenakan Rp 1.000 per transaksi, melalui peraturan yang baru ini akan menjadi Rp 600 per DKE. Lalu Pricing SKNBI yang dikenakan perserta kepada nasabah yang sebelumnya ditentukan maksimum sebesar Rp 5.000 oleh bank, turut dipotong menjadi maksimum Rp 3.500.

"Batas nilai transaksi yang awalnya dari Rp 500 juta menjadi Rp 1 miliar untuk layanan transfer dana dan layanan pembayaran reguler, Rp 500 juta untuk layanan kliring warkat debit dan layanan penagihan reguler," kata Pandu.

Tujuan dilakukannya penyempurnaan ini, disampaikan Pandu, untuk meningkatkan efisiensi sistem pembayaran Indonesia dan memberikan layanan transfer dana yang lebih cepat, sejalan dengan kebutuhan masyarakat.

Selain itu, untuk mengakomodasi kebutuhan pengguna baik individu maupun korporasi untuk transaksi dengan nilai yang lebih besar.

"Kita harapkan kebutuhan masyarakat akan transaksi yang lebih cepat, lebih murah dan dengan nominal yang lebih besar bisa kita penuhi dengan layanan ini," pungkasnya.

Penulis: fitri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved