Usulan Menkeu Sri Mulyani, Tutupi Defisit BPJS Besar Iuran Akan Dinaikkan, Sampai Lebih 100 Persen

Sementara usulan dari Sri Mulyani yaitu, peserta JKN kelas I yang semula membayar Rp 80.000 per bulan harus membayar sebesar Rp 160.000.

Usulan Menkeu Sri Mulyani, Tutupi Defisit BPJS Besar Iuran Akan Dinaikkan, Sampai Lebih 100 Persen
Humas BPJS Kesehatan Jambi
Ilustrasi. Pelayanan di Kantor BPJS Kesehatan Jambi 

Usulan Menkeu Sri Mulyani, Tutupi Defisit BPJS Besar Iuran Akan Dinaikkan, Sampai Lebih 100 Persen

Sementara usulan dari Sri Mulyani yaitu, peserta JKN kelas I yang semula membayar Rp 80.000 per bulan harus membayar sebesar Rp 160.000.

TRIBUNJAMBI.COM-Iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dikabarkan akan mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Kabar mengenai BPJS akan naik tersebut berawal dari usulan Menteri Keuangan (Menkeu), Mulyani Indrawati saat menggelar rapat bersama Komisi IX dan Komisi XI DPR RI, Selasa (27/8/2019).

Dalam rapat tersebut Sri Mulyani mengusulkan biaya yang lebih tinggi dibandingkan dengan usulan Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN).

DJSN mengusulkan kenaikan tarif jaminan kesehatan sosial yang dikelola BPJS Kesehatan naik berkisar Rp 16.500 hingga Rp 40.000 pada Minggu (18/8/2019).

Adapun kenaikan besaran itu sesuai dengan jenis kelas masing-masing peserta, sebagai berikut:

  • Iuran peserta kelas I menjadi Rp 120.000
  • Kelas II menjadi Rp 75.000
  • Kelas III tetap di angka yang sama 

Sementara usulan dari Sri Mulyani yaitu, peserta JKN kelas I yang semula membayar Rp 80.000 per bulan harus membayar sebesar Rp 160.000.

Peserta JKN kelas II yang semula membayar Rp 51.000 meningkat jadi 110.000.

Sedangkan, peserta kelas mandiri III dinaikkan dari iuran awal sebesar Rp 25.500 per bulan menjadi Rp 42.000.

Halaman
123
Editor: nani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved