Berita Kriminal Jambi

Siapa Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan UIN STS Jambi, Segera Diumumkan Penyidik Kejati Jambi

Siapa Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan UIN STS Jambi, Segera Diumumkan Penyidik Kejati Jambi

Siapa Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan UIN STS Jambi, Segera Diumumkan Penyidik Kejati Jambi
Tribunjambi/Jaka HB
Lexy Fatharani, Kasi Penerngan Hukum Kejaksaan Tinggi Jambi 

Siapa Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan UIN STS Jambi, Segera Diumumkan Penyidik Kejati Jambi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Tersangka dugaan korupsi pembangunan auditorium UIN STS, akan segera diumumkan penyidik Kejaksaan Tinggi Jambi.

Hal ini diiyakan Lexy Fatharani, Kasi Penerangan Hukum Kejati Jambi, Rabu (28/8/2019). Menurutnya, pengumuman status tersangka tersebut merupakan tindak lanjut setelah rampungnya penelaahan kasus itu.

“Tidak akan menutup kemungkinan kita segera merampungan telaahan kita dan kita akan umumkan siapa-siapa yang akan menjadi tersangka,” tegas Kasi Penkum.

Baca: Agendakan Datangkan 2 Ahli, Kejati Jambi Dalami Dugaan Korupsi Pembangunan Auditorium UIN STS Jambi

Baca: BREAKING NEWS, Rektor UIN STS Jambi Bungkam Usai Diperiksa Penyidik Kejati

Baca: VIRAL - Mualaf di Manado Tiba-tiba Meninggal Dunia Usai Lafazkan Kalimat Syahadat!

Sepekan sebelumnya, penyidik Kejati Jambi sempat memanggil Rektor UIN STS Jambi, Hadri Hasan. Saat itu, Lexy Fatharani mengatakan pertanyaan penyidik seputar alasan-alasan keputusannya.

"Ya seperti mengapa memilih ini itu. Dan, apakah dia membenarkan adanya penyimpangan-penyimpangan selama pembangunan," ungkap Lexy.

Selain itu dia mengatakan awalnya diketahui Hadri Hasan adalah Pengguna Anggaran saja tapi entah mengapa berubah menjadi Kuasa Pengguna Anggaran.

Baca: Benarkah Pemindahan Ibu Kota Senasib Dengan Mobil Esemka, Simak Penjelasannya!

Baca: Cek Kelengkapan Peralatan Perusahaan di Sarolangun, Ini yang Dikatakan Dandim 0420/Sarko

Baca: Sedang Mandi, Nang Diterkam Harimau Sumatera, Warga Temukan Sudah Tinggal Tulang Belulang

"Kalau dia KPA berarti lebih mudah melakukan perubahan-perubahan," katanya.

Lexy mengatakan sebenarnya data bisa saj ada di bendahara, tapi pilihan-pikihan keputusannya ada di rektor yang kebetulan KPA.

Sebelumnya diketahui pembangunan auditorium itu bersumber dari dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun 2018.

PT Lambok Ulina diketahui sebagai perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut, melalui kontrak lewat surat keputusan Hadri Hasan selaku Rektor UIN sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dengan surat perjanjian nomo.r 46-Un.15/PPK-SBSN/KU.01.2/06/2018 untuk memulai pelaksanaan pekerjaan selambat-lambatnya selama 208 hari kalender terhitung sejak 7 Juni 2018 hingga 31 Desember 2018.

Siapa Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan UIN STS Jambi, Segera Diumumkan Penyidik Kejati Jambi (Jaka HB/Tribun Jambi)

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved