VIDEO: Jokowi Umumkan Ibu Kota Pindah ke Kaltim, Mardani: Prosedur yang Salah dan Harus Diperbaiki

Presiden Joko Widodo mengumumkan lokasi ibu kota baru Indonesia di Kalimantan Timur dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta.

"Dan juga kemudian kita siapkan, apakah lahan siap," ucap Bambang.

3. Alasan Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara dipilih

Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara dipilih menjadi lokasi calon ibu kota baru Indonesia.

Terkait hal itu, Kementerian PUPR membeberkan sembilan alasan mengapa Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara dipilih.

Berikut sembilan alasannya seperti dikutip dari Twitter @KemenPU:

- Lokasi strategis, berada di wilayah tengah Indonesia

- Lokasi bebas bencana gempa bumi dan tsunami

- Ketersediaan lahan luas milik negara

- Kemiringan lahan dan daya dukung tanah

- Ketersediaan sumber daya air

- Lokasi beban bencana banjir, kebakaran hutan, dan lahan

- Dekat dengan kota yang sudah ada dan berkembang

- Daya dukung sosial budaya, terutama keterbukaan terhadap pendatang

- Memenuhi perimeter pertahanan dan keamanan

4. Tanggapan pengamat tata kota

Pengamat Tata Kota, Nirwono Joga, menganggap pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur bagaikan Kota dalam Hutan.

Nirwono menilai pembangunan infrastruktur transportasinya harus sedikit mungkin memanfaatkan lahan darat dan memaksimalkan pembangunan bawah tanah (subway).

“Infrastruktur dan transportasi harus subway dan layang sehingga yang berada di darat sesedikit mungkin. Itu baru terobosan cerdas modern dan standar baru dunia,” jelasnya kepada Tribunnews.com, Senin (26/8/2019).

Berdasarkan Undang-undang No 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, persyaratan luas minimal Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah 30 persen dari total wilayah kota.

Baca: Dilanda Kemarau Panjang, Kota Kuala Tungkal Akhirnya Diguyur Hujan

Baca: Lelang Jabatan di Merangin, Hasil Asasmen Diumumkan Bulan Depan

Baca: Pemkot Jambi Hibahkan 7 Gedung ke Instansi Vertikal, Ini Daftarnya

Baca: Ini Pesan Bupati Romi untuk Para Cakades: Jangan Ada Kawan Atau Lawan

Sementara konsep Kota dalam Hutan sebaliknya.

Hanya maksimal 30 persen lahan yang dibangun demi efisiensi lahan dan optimalisasi gedung, sisanya 70 persen harus dipertahankan untuk RTH ibu kota.

“Singapura tengah menyusun master plan ruang bawah tanah sehingga target RTH-nya mencapai 56 persen (2035) sekarang sudah 39 persen,” tutur Nirwono.

“Jadi kalau Bappenas hanya menargetkan 50 persen RTH-nya, ya ketinggalan zaman konsep ibukotanya nanti sebelum dibangun,” tandas dia.

(Tribunnews.com/Pravitri Retno W)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jokowi Umumkan Ibu Kota Pindah ke Kaltim, Mardani: Prosedur yang Salah dan Harus Diperbaiki, https://www.tribunnews.com/nasional/2019/08/26/jokowi-umumkan-ibu-kota-pindah-ke-kaltim-mardani-prosedur-yang-salah-dan-harus-diperbaiki?page=all.

Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved