Nasib Jakarta Setelah Ibu Kota Dipindahkan, Status Daerah Khusus Akan Dicabut, Rp 571 T Disiapkan

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, begini nasib pembangunan di Jakarta melalui konsep urban regeneration

Nasib Jakarta Setelah Ibu Kota Dipindahkan, Status Daerah Khusus Akan Dicabut, Rp 571 T Disiapkan
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Permukiman warga Jakarta difoto dari Rusun Karet Tengsin terlihat gelap gulita hanya gedung perkantoran dan apartemen yang terang, Minggu malam (4/8/2019). Aliran listrik di Banten, Jabodetabek hingga Bandung terputus akibat adanya gangguan pada sejumlah pembangkit di Jawa. 

Nasib Jakarta Setelah Ibu Kota Dipindahkan, Status Daerah Khusus Akan Dicabut, Rp 571 T Disiapkan

TRIBUNJAMBI.COM-Begini nasib Jakarta setelah ibu kota baru pindah ke Kalimantan Timur.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mengumumkan ibu kota negara (IKN) pindah dari Jakarta ke Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur (Kaltim).

Pengumuman ini disampaikan Jokowi di Istana Negara, Senin (26/8/2019) kemarin.

"Lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kertangera, Provinsi Kalimantan Timur," kata Jokowi.

Lantas, bagaimana nasib Jakarta setelah ibu kota resmi pindah ke Kaltim pada 2024 nanti?

Diketahui, Jakarta sudah menjadi pusat pemerintahan sejak masih bernama Batavia pada masa Hindia Belanda.

Secara de facto, Jakarta menjadi ibu kota Republik Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Meski demikian, secara konstitusional, Jakarta ditetapkan sebagai ibu kota Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1964.

Inilah nasib Jakarta saat ibu kota Indonesia resmi pindah ke Kaltim pada 2024, dirangkum Tribunnews.com dari berbagai sumber:

Halaman
1234
Editor: nani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved