Berita Nasional

Jokowi Umumkan Lokasi Ibu Kota Baru Indonesia, Ridwan Kamil Berikan Kritik Soal Ini

Jokowi Umumkan Lokasi Ibu Kota Baru Indonesia, Ridwan Kamil Berikan Kritik Soal Ini

Jokowi Umumkan Lokasi Ibu Kota Baru Indonesia, Ridwan Kamil Berikan Kritik Soal Ini
(Fabian Januarius Kuwado)
Presiden Joko Widodo dan Ridwan Kamil saat jalan-jalan di Bandung Indah Plaza, Rabu (12/4/2017). 

Di sana, dengan lahan dan penduduk sebanyak itu, bisa berjalan kaki dengan nyaman.

Presiden Joko Widodo dan Ridwan Kamil saat jalan-jalan di Bandung Indah Plaza, Rabu (12/4/2017).
Presiden Joko Widodo dan Ridwan Kamil saat jalan-jalan di Bandung Indah Plaza, Rabu (12/4/2017). ((Fabian Januarius Kuwado))

Karena itu lahan yang terlalu luas akan berdampak pada besarnya beban penyediaan infrastruktur.

"Jadi kalau 1,5 juta penduduk, tanahnya cukup 35.000 hektar saja. Kalau akan dihuni 1 juta penduduk tapi lahannya 200.000 hektar, kebayang borosnya aspal, kabel, infrastruktur hanya untuk mengakomodir penduduk itu," tutur Emil.

"Jangan mengulangi kesalahan segalanya harus lahan yang luas," ujarnya.

Emil tak mempersoalkan dengan konsep city forest.

Namun, dalam konsep tata kota penduduk perkotaan mesti mendapat fasilitas layanan yang serba dekat.

"Yang jadi masalah itu luasnya, manusia di kota butuh jarak dekat bukan jauh. Jarak jauh konsekuensinya mahal infrastruktur. Berarti trotoar harus lebih panjang, jalan banyak, maka belajar dari kesalahan negara lain, tirulah yang baik, dari kajian saya itu," jelasnya.

Baca: Bocah 12 Tahun yang Tenggelam di Sungai Batanghari Ditemukan, Jasad Mengapung di Tengah Sungai

Baca: Sempat Ditanya Faldo Maldini Soal Anggaran Pindah Ibu Kota Baru, Seperti Ini Jawaban Sri Mulyani

Baca: Kebakaran di Kuala Tungkal, Sekarang Api Masih Berkobar liar Membakar Rumah-rumah Warga

Baca: Gojek Ditolak di Malaysia, Politisi Negeri Jiran Sebut Profesi Driver Lecehkan Kaum Muda

Baca: Pose Menantang di Pantai, Vanessa Angel Jadi Sorotan, Pamer Tato di Punggung Banjir Komentar

Simak profil Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara yang menjadi lokasi ibu kota baru di Kalimantan Timur.
Simak profil Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara yang menjadi lokasi ibu kota baru di Kalimantan Timur. (KOMPAS.com Wisnu Widiantoro / Facebook Kementerian Sekretariat Negara RI)

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan dokumen rencana pemindahan ibu kota Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), dipilihnya Kaltim menjadi ibu kota baru karena memiliki beberapa keunggulan.

Keunggulan itu antara lain memiliki dua bandara besar, yakni Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman di Balikpapan kemudian Bandara Internasional Aji Pangeran Tumenggung Pranoto di Kota Samarinda.

Selanjutnya, terdapat jalan tol Balikpapan-Samarinda, memiliki Pelabuhan Semayang, infrastruktur jaringan energi dan air bersih, struktur demografi heterogen atau sebagian besar penduduknya merupakan pendatang yang tentu lebih terbuka berinteraksi dan menerima perubahan, kemudian masuk Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II.

Baca: Sumpah dan Janji 35 Anggota DPRD Tanjab Barat 2019-2024 untuk Wujudkan Tanjab Barat Maju

Baca: Kodim 0415/Batanghari Naik Tipe A, Ini yang Diharapkan Komandan Korem Gapu

Baca: BREAKING NEWS, Dua Rumah di Lorong Kelinci Kuala Tungkal Dilalap Api

Baca: Begini Reaksi Hotman Paris saat Didatangi Putranya Ketika Sedang Asik Merayu dan Menggoda Wanita

Baca: Dua Truk Fuso Beradu di KM 57 Sekernan Muarojambi, Satu Sopir Tewas Terjepit



Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ridwan Kamil Kritik Desain Ibu Kota Baru"

IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:

NONTON VIDEO TERBARU KAMI DI YOUTUBE:

IKUTI FANPAGE TRIBUN JAMBI DI FACEBOOK:

Editor: ekoprasetyo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved