Berita Nasional

Jokowi Umumkan Lokasi Ibu Kota Baru Indonesia, Ridwan Kamil Berikan Kritik Soal Ini

Jokowi Umumkan Lokasi Ibu Kota Baru Indonesia, Ridwan Kamil Berikan Kritik Soal Ini

Jokowi Umumkan Lokasi Ibu Kota Baru Indonesia, Ridwan Kamil Berikan Kritik Soal Ini
(Fabian Januarius Kuwado)
Presiden Joko Widodo dan Ridwan Kamil saat jalan-jalan di Bandung Indah Plaza, Rabu (12/4/2017). 

Jokowi Umumkan Lokasi Ibu Kota Baru Indonesia, Ridwan Kamil Berikan Kritik Soal Ini

TRIBUNJAMBI.COM - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendukung rencana pemindahan ibu kota Indonesia ke Panajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Namun, sebagai arsitek ia menyoroti soal desain dan asumsi pembangunan kota baru yang dinilai terlalu boros lahan.

"Kalau sudah jadi pertimbangan pemerintah pusat dan DPR saya kira kita dukung. Cuma sebagai arsitek saya melihat desain dan asumsi kota baru banyak hal-hal kurang tepat. Asumsinya lahannya terlalu luas, 200.000 hektar untuk 1,5 juta penduduk. Menurut saya boros lahannya," kata Emil, sapaan akrabnya di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Senin (26/8/2019).

Baca: Sempat Ditanya Faldo Maldini Soal Anggaran Pindah Ibu Kota Baru, Seperti Ini Jawaban Sri Mulyani

Baca: Reaksi Anies Baswedan yang Dapat Protes saat Pengumuman Ibu Kota Baru dan Buat Ruang Menjadi Riuh

Baca: Ibu Kota Baru di Kaltim, Ini Tanggapan Anies Baswedan, Ahok BTP, Gembiranya Gubernur Isran Noor

Emil menyebut, Indonesia harus bercermin dengan kondisi ibu kota Brasilia di Brasil atau Myanmar yang kini sepi aktivitas lantaran lahannya yang terlalu luas.

Kondisi itu, sambung dia, akan membuat penduduk tak betah.

"Ibu kota yang baik di dunia, banyak mengalami kesalahan. Contohnya Brasil di Brasilia sampai sekarang tanahnya terlalu luas, manusia tidak betah. Myanmar juga sama sepi," ujarnya.

Emil menilai, salah satu pengembangan ibu kota yang baik adalah di Washington DC.

Menurut dia, ibu kota Amerika Serikat itu punya perbandingan lahan dan populasi yang ideal.

Di Washington DC, kata Emil, populasi penduduknya hanya 700.000 jiwa yang menempati lahan seluas 17.000 hektar.

Halaman
12
Editor: ekoprasetyo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved