Berita Jambi

4 Ribu Lahan Padi di Provinsi Jambi Alami Kekeringan, 110,5 Hektare Dipastikan Gagal Panen

4 Ribu Lahan Padi di Provinsi Jambi Alami Kekeringan, 110,5 Hektare Dipastikan Gagal Panen

4 Ribu Lahan Padi di Provinsi Jambi Alami Kekeringan, 110,5 Hektare Dipastikan Gagal Panen
Tribunjambi/Zulkifli
Kepala Dinas TPHP Provinsi Jambi Akhmad Maushul. 4 Ribu Lahan Padi di Provinsi Jambi Alami Kekeringan, 110,5 Hektare Dipastikan Gagal Panen 

4 Ribu Lahan Padi di Provinsi Jambi Alami Kekeringan, 110,5 Hektare Dipastikan Gagal Panen 

TRIBUNJAMB.COM, JAMBI - Kemarau panjang yang melanda Provinsi Jambi, beberapa bulan terakhir, berdampak terhadap tanaman padi milik petani.

Dibanding tahun lalu, dampak kemarau tahun ini lebih besar dari tahun sebelumnya.

Berdasarkan data dari Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Jambi, sedikitnya 4.010,35 hektare tanaman padi milik petani di Provinsi Jambi, terdampak kekeringan.

Baca: 3096 Hektare Sawah di Jambi Alami Kekeringan, Dinas Pertanian Siapkan Padi Gogo

Baca: Musim Kemarau, Petani di Kerinci Tunda Masa Tanam, Sawah di 4 Kecamatan Ini Kekeringan

Baca: Viral Ayah Gendong Jenazah Anaknya Karena Ditolak Ambulans Puskesmas, Ini Alasan Pihak Puskesmas

Kepala Dinas TPHP Provinsi Jambi Akhmad Maushul menyebut, dari jumlah total lahan padi yang mengami kekeringan, sebanyak 110,5 Hektare dipastikan mengalami gagal panen atau puso.

Tanaman yang gagal panen tersebut tersebar di Kabupaten Batang Hari, Bungo, Merangin, dan Kota Jambi.

Dijelaskan Maushul lahan padi yang terdampak kekeringan terbagi beberapa kategori, yakni kategori rusak ringan, rusak sedang, rusak berat, dan puso.

Baca: Begini Modus Pelaku Curi Kambing Pakai Karung, 2 Tersangka Pencuri Ternak di Tebo Diringkus Polisi

Baca: SESAAT LAGI, Nonton di TV Online Trans 7, Live Streaming MotoGP Inggris 2019, Rossi Tempel Marquez

Baca: Sepak Bola Ibu-Ibu Hingga Panjat Pinang, Meriahnya Lomba HUT RI Warga Perumahan Villa Sentosa RT 33

"Terbanyak rusak ringan yaitu 1086 Hektare di Muaro Jambi. Rusak Sedang terbanyak di Batang Hari seluas 263 Hektare," jelasnya.

Jika dalam beberapa waktu ke depan musim kemarau tak kunjung berakhir, Maushul khawatir, padi yang rusak ringan akan naik menjadi rusak sedang, dan yang rusak berat akan gagal panen atau puso.

"Mudah-mudahan bisa cepat dibantu dengan turunnya hujan. Karena ini sudah akhir Agustus," ujar Mausul.

Selain itu, untuk membantu menyelamatkan tanaman padi petani yang kekeringan pihak Dinas Tanaman Pangan Provinsi Jambi mengaku sudah memberikan bantuan berupa pompa air kepada petani, namun masih sangat minim.

"Sudah dilakukan tapi hanya beberapa titik. Kalau dipersentasekan baru sekitar 30 persen. Dengan ketersediaan pompa air kita, jauh masih butuh sekitar 60 persen lagi dari yang sudah kita lakukan. Kemarin sudah saya tanda tangani pengajuan 25 Unit pompa air ke pusat, mudah-mudahan bisa ploting dari pusat dalam waktu dekat ini," ungkapnya.

Sedangkan untuk tanaman padi yang dipastikan gagal panen saat ini, maushul menyebut saat ini belum diasuransikan, sehingga petani tidak bisa mengklaem ganti rugi akibat gagal panen. Namun untuk membantu petani, Maushul menyebut akan mengajukan bantuan benih dari pemerintah pusat.

"Setelah data yang puso ini direkap semua. Kita akan ajukan bantuan ganti benih ke pusat dengan cadangan benih nasional," ujarnya.

4 Ribu Lahan Padi di Provinsi Jambi Alami Kekeringan, 110,5 Hektare Dipastikan Gagal Panen  (Zulkifli/Tribun Jambi)

Penulis: Zulkifli
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved