Femalenial

Femalenial Tips Memberikan Bekal Ilmu untuk Masa Depan Anak, Pengalaman Helen Menarik Nih

Meskipun bukan hal yang pasti namun sudah banyak contoh yang terjadi. Terlebih jika anak memiliki minat yang sama dengan orangtua, hal ini...

Penulis: Nurlailis | Editor: Duanto AS
Tribun Jambi/Aldino
Smart moms, Helen dan anaknya 

Femalenial Tips Memberikan Bekal Ilmu untuk Masa Depan Anak, Pengalaman Helen Menarik Nih

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Anak merupakan cerminan dari orangtua.

Meskipun bukan hal yang pasti namun sudah banyak contoh yang terjadi. Terlebih jika anak memiliki minat yang sama dengan orangtua, hal ini akan sedikit lebih mudah memahami dunianya.

Seperti smart mom, Helen yang memiliki background sebagai atlet senam.

Untuk mengenalkan anaknya pada dunia olahraga ia mengajak anaknya untuk ikut senam terlebih dahulu baru mengenalkan pada olahraga lainnya.

“Dari sekian banyak yang dikenalkan ada satu olahraga yang membuat mereka tertarik. Ketiganya justru lebih tertarik pada bela diri seperti taekwondo, kempo dan judo,” ungkapnya.

 Mengerikan, Video CCTV Perlihatkan Bocah Tersentrum Listrik Saat Cas HP, Tiba-tiba Kaku dan Lemas

 Belajar dari Moms Helen Gimana Ajarkan Anak Menerima Kekalahan

 WIKIJAMBI Olahan Tengkleng dan Tongseng Khas Solo Hadir di Jambi, Ini Istimewanya Warung Waskito

 WIKIJAMBI - Air Terjun Putri Daber, Wisata Menakjubkan di Merangin yang Punya 9 Tingkat

Menurutnya menemukan bakat anak sejak dini itu penting karena anak zaman sekarang sangat dekat dengan gadget. Memang hal itu penting namun ia ingin anaknya mandiri.

“Sebagai orangtua kalau memberi uang, ga butuh waktu lama untuk menghabiskannya. Tapi kalau anak dikasih ilmu dan bekal akan bermanfaat untuk di masa depan,” ucap istri dari Oktapiansyah ini.

Terbukti dengan adanya prestasi yang sudah dimiliki anaknya sejak dini memudahkan untuk melanjutkan pendidikan.

Ia pun memberikan saran kepada orangtua lainnya agar jangan memaksakan minat anak.

“Lihat anak potensinya kemana, dikenalkan dulu dengan berbagai bidang. Karena sesuatu yang dipaksakan akan tidak baik hasilnya,” pungkasnya.

Menumbuhkan sikap sprotif dan mampu menerima kekalahan perlu diajarkan sejak dini. Hal ini dapat memperngaruhi semangat kompetisi secara positif terhadap anak.

Seperti yang dilakukan smart mom, Helen dalam mengajarkan ketiga anaknya yaitu Clara Maretha (15), Nabila Suci Ramadhani (12) dan Prawira Evansyan (8).

Memiliki background sebagai seorang atlet yang sudah terbiasa dengan menang dan kalah, iapun juga mengajarkan sportifitas terhadap anaknya.

“Waktu kecil anak-anak ini memang pada saat kalah mereka menangis. Saya biarkan dulu nangis karena itu satu bentuk luapan emosi. Tapi saya bilang kekalahan itu buat belajar lebih baik kedepannya. Kalah juga suatu kesempatan buat maju kedepan,” ungkapnya.

Ia pun tidak menginginkan anaknya terlalu berlarut dalam kegagalan. Belajar menerima kekalahan adalah bentuk sportifitas dalam pertandingan, terlebih sebagai seorang atlet.

Pada saat pertandingan ia juga berusaha untuk menonton anaknya. Hal ini adalah bentuk dukungan orangtua terhadap anak. (Nurlailis / Tribunjambi.com)

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved