Breaking News:

Ibu Kota Baru

Tanggapan Santai Wali Kota Balikpapan Soal Kaltim Disebut akan Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya?

Dimintai tanggapan soal kemungkinan Kalimantan Timur menjadi ibu kota negara, Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi mengaku tak kaget,

Editor: Tommy Kurniawan
ist
Tanggapan Santai Wali Kota Balikpapan Soal Kaltim Disebut akan Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya? 

Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro mengungkap lokasi calon ibukota negara pengganti Jakarta berada di tengah-tengah wilayah Indonesia.

Klunya adalah di sekitar Selat Makassar.

Ada enam provinsi di kawasan paling tengah Indonesia, tiga di Sulawesi dan tiga lagi di Kalimantan.

"Kita cari lokasi tengah, jadi jatuhnya di Selat Makassar.

Selat Makassar terletak di antara dua Pulau Kalimantan dan Sulawesi, kita pilih Kalimantan bagian timur atau Sulawesi bagian barat," kata Bambang, Selasa (20/8)

Namun, bila merujuk pernyataan Presiden Jokowi di depan DPR, bahwa ibukota akan pindah ke Kalimantan, bukan Sulawesi.

Bila dicermati dari lokasi Selat Makassar yang disebut Bambang, lokasi yang terdekat adalah Kalimantan bagian timur (Kaltim).

Di Kalimantan bagian timur lokasi yang kini sedang jadi buah bibir adalah Kecamatan Samboja, Kukar Kartanegara.

Samboja juga sangat dekat dengan Selat Makassar dan sarana infrastruktur dasarnya sudah tersedia seperti Bandara Sepinggan dan Tol Balikpapan-Samarinda.

Lokasinya juga bukan hutan lindung.

Juga ada sumber air baku, dari Waduk Samboja.

Sementara itu, Deputi Bappenas Bidang Pengembangan Regional, Rudy Soeprihadi Prawiradinata menyebutkan, secara umum kebijakan pemindahan ibukota negara didasari semangat Presiden Joko Widodo memastikan pemerintahannya ingin mewujudkan Indonesia sentris sejak awal periode kepemimpinannya.

Maksudnya tidak ada istilah Jawa Sentris atau pembangunan terpusat di Pulau Jawa, melainkan merata ke seluruh penjuru negeri atau Indonesia sentris.

"Banyak aspek menjadi pertimbangan terkait rencana pemindahan ibukota negara ke luar Pulau Jawa."

"Ibukota harus pindah ke luar Jawa karena satu pertumbuhan urbanisasi yang sangat tinggi dengan konsentrasi penduduk terbesar di Jakarta," sebut Rudy saat Dialog Nasional Pemindahan Ibukota Negara "Kalimantan Untuk Indonesia," di Balikpapan, Rabu (21/8/2019).

Pemindahan ibukota negara ke Kalimantan disebut akan meningkatkan perdagangan antar wilayah, perdagangan di dalam provinsi, serta perdagangan antar provinsi di Indonesia dari Pulau Jawa ke provinsi luar Jawa dan antar provinsi di luar Jawa.

Dampak ekonomi lainnya dari pemindahan ibukota ke luar pulau Jawa meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 0,1 persen hingga 0,2 persen.

Rudi mengatakan, Kalimantan dianggap strategis menjadi lokasi pemindahan ibukota negara baru karena berada di wilayah tengah Indonesia.

Dan lokasinya bebas bencana gempa bumi dan tsunami.

Berdasarkan analisis penentuan lokasi, Kalimantan siap terkait ketersediaan lahan luas milik negara, kemiringan lahan dan daya dukung tanah, ketersediaan sumber daya air memadai, dan lokasi dekat dengan kota eksisting sehingga dapat meminimalisir biaya.

Khusus Kaltim, luas deliniasi kawasannya sekitar 180.965 hektar dan lokasi potensial 85.885,83 hektar.

Kuantitas air permukaan diperoleh melalui tiga DAS, yakni DAS PPU, DAS Samboja, dan DAS Dondang.

Terkait keterdiaan infrastruktur calon lokasi yang ada dekat dengan kota eksisting, Balikpapan dan Samarinda.

Ada Jalan Tol dan Balikpapan-Samarinda didukung Bandara SAMS Sepinggan berjarak sekitar 45 km dan Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto berjarak sekitar 76 KM dan dilayani oleh Pelabuhan Terminal Petikemas Kariangau. (Muhammad Fachri Ramadhani)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com

Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved