Gubernur Papua dan Lenis Kogoya Sindir tentang Freeport, Ini Sejarah Masuknya PT Freeport ke Sana

"Mereka melihat di lapangan, apa yang terjadi sebenarnya harus dituntaskan. Salah satunya masalah Freeport..." kata Lenis Kogoya

Gubernur Papua dan Lenis Kogoya Sindir tentang Freeport, Ini Sejarah Masuknya PT Freeport ke Sana
Tribunnews
Gubernur Papua Lukas Enembe 

TRIBUNJAMBI.COM - Persoalan tentang Aceh hingga Freeport dilontarkan Gubernur Papua, Lukas Enembe, dan Staf Khusus Presiden untuk Papua, Lenis Kogoya.

Lukas Enembe dan Lenis Kogoya, Lukas Enembe mengatakan ada solusi yang harus dilakukan untuk meredam situasi di Papua.

Karenanya, wargaPapuadi Manokwari dan Fakfak melayangkan protes dengan menggelar aksi yang sepat ricuh pada Senin (219/8/2019) dan Rabu (21/8/2019).

Bahkan ada permintaan referendum di tengah aksi protes.

Baca Juga

 Papua Rawan Merdeka? Lukas Enembe Sebut Papua di Situasi Kolonial: Siapapun Tak Boleh Sembarangan

 Gubernur Papua Nyatakan Tarik Seluruh Mahasiswa Jika Situasi Tidak Aman Bikin Najwa Shihab Tersentak

 Tambah Panas, Perseteruan Hotman Paris Vs Farhat Abbas dan Andar Situmorang, Peringatan Keras

 Terkini, Prada DP Dituntut Hukuman Seumur Hidup, Pembunuhan dan Mutilasi Vera Oktaria

Lenis Kogoya dan Lukas Enembe pun menjelaskan apa yang seharusnya diberikan kepada Papua.

 

DilansirTribunWow.com,hal ini diungkapkan keduanya saat menjadi narasumber di program Mata Najwa yang bertajuk 'NyalaPapua', di saluran YouTubeNajwa Shihab, Kamis (22/8/2019).

"Kalau kita menanggapi kakak Gubernur sampaikan tadi, (masyarakat Papua) belum di Indonesiakan, jadi kalau memang betul orang Papua ini dimanusiakan, ada hal yang perlu dilakukan. Itu sebenarnya tugasnya dari kemenkumham (Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia)," ujar Lenis.

Ia kemudian menyinggung perihal Freeport.

"Mereka melihat di lapangan, apa yang terjadi sebenarnya harus dituntaskan. Salah satunya masalah Freeport. Harus masyarakat itu dikasih berapa persen," sebutnya.

Halaman
1234
Editor: duanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved