Yang Ter

NEWSMAKER Pekan Ini - Wiranto: Maafkanlah, Rismaharini Pesan Jaga Persatuan dan Fadli Zone Pindah

Inilah newsmaker pekan ini. Dari Senin (19/8) dan Selasa (20/8) media kita dipenuhi berita kerusuhan Maknokwari, Papua.

NEWSMAKER Pekan Ini - Wiranto: Maafkanlah, Rismaharini Pesan Jaga Persatuan dan Fadli Zone Pindah
Tribunnews.com/Rina Ayu
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhumkam) Wiranto 

TRIBUNJAMBI.COM - Inilah newsmaker pekan ini.  Dari Senin (19/8) dan Selasa (20/8) media kita dipenuhi berita kerusuhan Maknokwari, Papua. 

Tentu saja ini merupakan wilayah kerja Wiranto sebagai Menko Polhukam. Itulah yang membuat Wiranto juga menjadi sosok yang selalu muncul di media.

Namun, juga ada sosok lain, yaitu Tri Rismaharini yang dilantik sebagai Ketua DPP PDI-P Bidang Kebudayaan. Tak ketinggalan Fadli Zon yang turut  mengomentari rusuh Papua dan pemindahan ibu kota. Inilah sosok yang membuat kita tak bisa berpaling.

Wiranto
Wiranto (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Wiranto, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan

Menanggapi  aksi unjuk rasa di Manokwari, papua, yang berujung rusuh,  Wiranto menginstruksikan untuk dilakukan pengusutan secara adil dan tuntas.  

"Telah diinstruksikan untuk melakukan pengusutan secara tuntas dan adil bagi siapa pun yang dianggap melakukan pelanggaran hukum dalam peristiwa ini," ujar Wiranto.

Wiranto menegaskan, penindakan tegas akan dilakukan aparat hukum kepada pihak-pihak yang sengaja memanfaatkan peristiwa ini untuk kepentingan negatif. "Dan juga akan kita usut secara tuntas dan adil, siapapun yang memanfaatkan insiden ini untuk kepentingan-kepentingan yang negatif," lanjut Wiranto.  

Selain itu, Wiranto juga mengatakan bahwa pemerintah memberikan jaminan keamanan di seluruh wilayah Indonesia. "Pemerintah memberikan jaminan sepenuhnya untuk terpeliharanya stabilitas keamanan di seluruh wilayah Indonesia," ujar Wiranto usai rapat koordinasi dengan beberapa lembaga terkait seperti Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tentang masalah keamanan nasional di Kantor Kemenko Polhukam, Senin (19/8)

Pada akhirnya, Wiranto meminta semua pihak sabar dan saling memaafkan. "Sabar, saling memaafkan, jaga ketenangan, jaga kedamaian, rawat persatuan. Itu saja," kata Wiranto Wiranto di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Selasa (20/8)

Pemicu kejadian itu  disinyalir karena mahasiswa Papua enggan mengibarkan bendera merah putih di halaman asrama pada tanggal 17 Agustus. Massa ormas kemudian melempari asrama mahasiswa dengan batu sembari mengeluarkan kalimat bernada rasis terhadap mahasiswa Papua yang berada di asrama tersebut.

Halaman
123
Editor: fifi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved