Tinggalkan Trawl, Nelayan Kuala Tungkal Diminta Gunakan Alat Tangkap Ramah Lingkungan

Nelayan Kuala Tungkal diberikan pengawasan dan edukasi penggunaan alat tangkap ikan ramah lingkungan.

Tinggalkan Trawl, Nelayan Kuala Tungkal Diminta Gunakan Alat Tangkap Ramah Lingkungan
Tribunjambi/Darwin
Rapat Koordinasi Lintas Instansi Pengawasan Larangan Operasional Alat Penangkapan Ikan (Api) Pukat Hela dan Pukat Tarik, Selasa (20/8/2019). 

Tinggalkan Trawl, Nelayan Tanjab Barat Diminta Gunakan Alat Tangkap Ramah Lingkungan

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Nelayan Kuala Tungkal diberikan pengawasan dan edukasi penggunaan alat tangkap ikan ramah lingkungan.

Rapat Koordinasi Lintas Instansi Pengawasan Larangan Operasional Alat Penangkapan Ikan (Api) Pukat Hela dan Pukat Tarik, Selasa (20/8/2019).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dirpolairud Polda Jambi, Kombes Pol Fauzi, Syahfrizal, Kepala Direktorat Pengawasan Penangkapan Ikan, Direktorat Pengawasan Pengelolaan SDP, Dirjen PSDKP-KKP dan Kabid pengawasan dan penguatan daya saing produk (PPDSP) Dinas Perikanan Provinsi Jambi, Hernowo.

Dalam pemaparannya, Syahfrizal menyampaikan kegiatan dengan maksud memberikan informasi dan proses edukasi kepada masyarakat khususnya nelayan.

"Ini untuk edukasi kepada nelayan penggunaan alat tangkap ikan. Menyamakan persepsi intansi terkait penggunaan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan," katanya.

Baca: Gara-gara Tak Dapat Restu Pernikahan, Mahasiswa di Jogja Sebar Video Syur Mantan ke Orang Tua

Baca: Kepala Resort Kerinci Tak Bisa Pastikan Pendaki Gunung Kerinci Meninggal

Baca: YLKI Jambi Minta Pertamina Usut Kasus BBM Tidak Sesuai Standar

Baca: Pendaki Gunung Kerinci Dilaporkan Meninggal, Kapolsek Kayu Aro Ungkap Penyakitnya

Baca: Bank Indonesia Resmi Luncurkan QRIS

Dia menyampaikan jika penggunaan trowl ini memiliki dampak terhadap ekologi sumber daya ikan dan dampak sosial.

"Dampak terhadap ekologi yaitu terjadinya penurunan sumber daya ikan, kerusakan habitat dan ekosistem perikanan, dan menurunnya kemampuan pulih (recovery) sumber daya ikan," katanya.

Pada kegiatan ini dihadiri intansi terkait seperti himpunan nelayan (HNSI), Polres Tanjab Barat dan jajaran, Dinas Perikanan Provinsi Jambi, Tanjab Barat, dan Tanjab Timur.

Penulis: Darwin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved