Berita Jambi

Maraknya Pinjaman Onlie, Ini Perbedaan Fintech Lending Legal dan Fintech Ilegal yang Perlu Diketahui

Maraknya Pinjaman Onlie, Ini Perbedaan Fintech Lending Legal dan Fintech Ilegal yang Perlu Diketahui

Maraknya Pinjaman Onlie, Ini Perbedaan Fintech Lending Legal dan Fintech Ilegal yang Perlu Diketahui
Capture
Maraknya Pinjaman Onlie, Ini Perbedaan Fintech Lending Legal dan Fintech Ilegal yang Perlu Diketahui 

Maraknya Pinjaman Onlie, Ini Perbedaan Fintech Lending Legal dan Fintech Ilegal yang Perlu Diketahui

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Saat ini, marak Fintech Peer-To-Peer Lending yang menyediakan layanan pinjaman online (Pinjol).

Kini, pinjaman online sudah masuk dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Pengawasan pinjol sendiri sudah diatur dalam ​POJK Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi.

Ramainya Fintech yang menyediakan jasa pinjaman berbasis teknologi mengharuskan masyarakat cermat dan cerdas jika ingin menggunakan layanan pinjol tersebut.

Baca: Maraknya Pinjaman Online, Waspada Transaksi dengan Fintech Peer-To-Peer Lending, Bijak Gunakan Uang

Baca: Balap Karung Pakai Helm, Ragam Perlombaan di HUT RI 74 di Desa Lubuk Raman, Muarojambi

Baca: Ini Kronologis Ledakan Minggu Pagi di Kuala Tungkal, Kapolres: Isteri Korban Sempat Cium Aroma Gas

Dikatakan Novian Suhardi, Kasubbag Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi, hal ini berguna agar masyarakat tidak menjadi korban Fintech illegal.

"Tapi tetap cermat dan bijaklah dalam mengelola keuangan, kalo mau pinjam sesuai dengan kebutuhan saja, jangan menjadi orang-orang yang berperilaku konsumtif," tegasnya.

Masyarakat harus tahu antara perbedaan Fintech legal dan Fintech illegal. Pertama Fintech Lending yang legal terdaftar dan diawasi oleh OJK dan Identitas pengurus dan alamat kantor jelas, berbeda dengan Fintech Lending Ilegal yang tidak terdaftar di OJK dan tidak ada identitas pengurus dan alamat kantor yang jelas.

Baca: Wanita Cantik Sewa 2 Pembunuh Bayaran Tembak Ibunya, Demi Bebaskan Kekasih dari Penjara

Baca: Dibuang dari Paskibra Karena Diserobot Anak Pejabat, Koko Ardiansyah Ketemu Jokowi, Malah Minta Maaf

Baca: Ditetapkan Jadi Tersangka, Anggota DPRD Kerinci Ini Ditunda Pelantikannya

Menurut data Satgas Waspada Investasi (SWI) hingga saat ini jumlah Fintech Peer-To-Peer Lending tidak terdaftar atau memiliki izin usaha dari OJK sesuai POJK Nomor 77/POJK.01/2016 yang berpotensi merugikan masyarakat pada tahun 2018 sebanyak 404 entitas, sedangkan pada tahun 2019 sebanyak 826 entitas sehingga secara total sejak 2018 yang telah ditangani sebanyak 1230 entitas.

Data ini termasuk tambahan penanganan yang dilakukan SWI pada 16 Juli 2019 sebanyak 143 Fintech Peer-To-Peer Lending Ilegal.

Berdasarkan hasil penelusuran terhadap lokasi server entitas tersebut, sebanyak 42 persen entitas tidak diketahui asalnya, diikuti dengan 22 persen dari Indonesia, 15 persen dari Amerika Serikat, dan sisanya dari berbagai negara lain.

Halaman
12
Penulis: fitri
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved