Jakarta Gelar Ajang Formula E Bulan Juni 2020, Bersamaan dengan Jakarta Fair

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta yang ditunjuk sebagai pelaksana Formula E ini menyebut, acara akan digelar pada Juni 2020 mendatang.

Jakarta Gelar Ajang Formula E Bulan Juni 2020, Bersamaan dengan Jakarta Fair
Sam Bloxham/LAT/Formula E
2016/2017 FIA Formula E Championship di Monte-Carlo, Monaco, Sabtu (13/5/2017). Sebastien Buemi (SUI), Renault e.Dams, Spark-Renault, Renault Z.E 16. Jadi Tuan Rumah Formula E 2020 , DKI Jakarta Siapkan 2 Rute Alternatif Lintasan Balapan Ini, Senin (15/7/2019). 

TRIBUNJAMBI.COM- PT Jakarta Propertindo (Jakpro) membeberkan jadwal penyelenggaraan ajang balap Formula E 2020.

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta yang ditunjuk sebagai pelaksana Formula E ini menyebut, acara akan digelar pada Juni 2020 mendatang.

Acara sengaja digelar bersamaan dengan kegiatan Jakarta Fair atau Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2020 di Kemayoran, Jakarta Pusat karena kehadiran masyarakat diprediksi akan lebih banyak.

“Dipilih bulan Juni karena bersamaan dengan Jakarta Fair. Nanti di sana (Jakarta Fair) akan ada penandatanganan bussines to bussines (antar bisnis) untuk penggunaan mobil listrik dengan pihak TransJakarta,” kata Direktur Utama PT Jakpro, Dwi Wahyu Daryoto pada Sabtu (17/8/2019).

Lantaran kegiatan ini dimulai pada Juni, maka sejak awal tahun 2020 Jakpro sudah harus menyiapkan sarana dan prasarananya. Infrastruktur yang sangat diperlukan adalah lintasan Formula E yang akan digunakan oleh para atlet.

Baca: Google Doodle Peringati Kemerdekaan Indonesia ke-74, Ini Sejarahnya

Baca: Melihat Keindahan Telaga Warna Dieng dari Bukit Batu Ratapan Angin

Baca: Monumen Jenderal Sudirman Setinggi 8 Meter, Jejak Perjuangan Jenderal Besar di Pacitan

“Nah yang perlu diketahui, aspalnya itu harus selesai bulan Maret 2020 apabila event dilaksanakan bulan Juni. Aspal sudah harus siap 2 bulan sebelum event, supaya tidak terkelupas saat digunakan karena kecepatan mobil ini hampir 300 kilometer per jam,” ujarnya.

Dwi yakin ajang balap mobil ini akan mendorong perekonomian Indonesia, khususnya Jakarta.

Biasanya, kata dia, setiap tim balap akan memboyong sekitar 100 anggotanya demi kelancaran perlombaan.

Sementara yang diundang dalam kegiatan ini ada sekitar 10 tim.

Artinya, kata dia, akan ada sekitar 1.000 warga negara asing yang berkunjung ke Indonesia.

Kedatangan mereka tidak hanya menyaksikan perlombaan saja, tapi mereka bisa berbelanja dan menginap di Ibu Kota sehingga perekonomian DKI meningkat.

“Nanti kami akan gandeng dari teman-teman Jakarta Tourism dan Asosiasi Perhotelan karena dampaknya bukan dari penjualan karcis yang menonton, tapi dari orang yang datang dan belanja di Jakarta,” imbuhnya. (faf)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive

Editor: andika arnoldy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved