GALERI FOTO: Taman Pusparagam, Lapangan Semagor, dan Sejarah Proklamasi Pertama di Bungo

"Itu hari Jumat, 17 Agustus 1945. Sekitar pukul 10.00 WIB pagi, orang-orang dapat pengumuman dari Bukittinggi."

GALERI FOTO: Taman Pusparagam, Lapangan Semagor, dan Sejarah Proklamasi Pertama di Bungo
tribunjambi/mareza sutan a j
Adalah Taman Pusparagam, yang menjadi saksi bisu berkumandangnya proklamasi di Bungo. Letaknya di Jalan Baharudin, Kelurahan Jaya Setia, Kecamatan Pasar Muara Bungo, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. 

Taman Pusparagam, Lapangan Semagor, dan Sejarah Proklamasi Pertama di Bungo

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - "Itu hari Jumat, 17 Agustus 1945. Sekitar pukul 10.00 WIB pagi, orang-orang dapat pengumuman dari Bukittinggi."

"Selepas salat Jumat, orang-orang berkumpul bersama 35 perintis kemerdekaan." Begitulah Husni Saleh Yasin memulai cerita tentang proklamasi pertama di Bungo.

Husni adalah anak dari Muhammad Saleh Yasin, Panglima Laskar Jihad Fisabilliah tahun 1938, Tanah Sepenggal Lubuk Landai. Ayahnya, Muhammad Saleh Yasin adalah juru tulis Badan Penjaga Keamanan (BPK) Bungo, organisasi yang dibentuk pada 15 Agustus 1945, dua hari menjelang proklamasi dikumandangkan Ir Soekarno di Jakarta.

Organisasi itu sengaja dibentuk untuk merintis kemerdekaan.

Adalah Taman Pusparagam, yang menjadi saksi bisu berkumandangnya proklamasi di Bungo. Letaknya di Jalan Baharudin, Kelurahan Jaya Setia, Kecamatan Pasar Muara Bungo, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi.
Adalah Taman Pusparagam, yang menjadi saksi bisu berkumandangnya proklamasi di Bungo. Letaknya di Jalan Baharudin, Kelurahan Jaya Setia, Kecamatan Pasar Muara Bungo, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. (tribunjambi/mareza sutan a j)

Adalah Taman Pusparagam, yang menjadi saksi bisu berkumandangnya proklamasi di Bungo. Letaknya di Jalan Baharudin, Kelurahan Jaya Setia, Kecamatan Pasar Muara Bungo.

Nama pusparagam sendiri diambil karena beragam hal ada di taman itu.

Cerita kemerdekaan itu mulai diketahui dari desas-desus yang terdengar masyarakat. Kemudian mencapai klimaks setelah kabar Jepang menyerah kalah pada tanggal 14 Agustus 1945. Berantai, diikuti dengan Proklamasi Kemerdekaan oleh Sukarno Hatta, pada tanggal 17 Agustus 1945.

Husni mengatakan, ketika kabar dari Bukittinggi itu sampai ke Bungo, dengan cepat sampai ke telinga masyarakat.

"Waktu itu bulan puasa (Ramadan), tapi masyarakat Bungo semangat menyambut kata merdeka itu," kenangnya.

Halaman
1234
Penulis: Mareza
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved