Tatang Koswara, Sniper TNI AD Kelas Dunia Nyawanya Selamat Berkat Syal M

“Ayah saya memang seorang tentara. Tapi, saya (awalnya) tidak berniat untuk menjadi tentara,” ucap Tatang di kediamannya di lingkungan kompleks TNI AU

"Lawan kita itu Pasukan Fretilin yang tahu persis medan di Timtim. Mereka pun punya kemampuan gerilya yang hebat, makanya Indonesia menurunkan sniper untuk mengurangi jumlah korban," ujar Tatang Koswara.

Baca: Setelah Pelajaran Kelar Main di Ruang Kelas, Kelakuan Oknum Guru Honorer & Siswi SMA di Merangin

Baca: Siapa Sebenarnya Briptu Hikma Nur Syafa, Polwan Berhijab Ditakuti Jika Menembak,Kini Tugas di Afrika

Selamat Karena Merah Putih

Dilansir dari Kompas.com, suatu ketika, Tatang Koswara ditugaskan masuk ke jantung pertahanan lawan.

Tanpa disadari, Tatang Koswara berada di tengah kepungan lawan.

Ada 30 orang bersenjata lengkap di sekelilingnya. Tatang Koswara terperangkap dan tak bisa bergerak sama sekali.

Dalam pikirannya hanya ada satu bayangan, kematian. Namun, sebelum mati, ia harus membunuh komandannya terlebih dahulu.

"Posisi komandannya sudah saya kunci dari pukul 10.00 WIB. Tapi, saya juga ingin selamat, makanya saya menunggu saat yang tepat. Hingga pukul 17.00 WIB, komandan itu pergi ke bawah dan saya tembak kepalanya," tuturnya.

Tatang Koswara, sniper terbaik di dunia (YouTube)
Tatang Koswara, sniper terbaik di dunia (YouTube) ()

Namun, ternyata di bawah jumlah pasukan tak kalah banyak. Tatang Koswara dihujani peluru dan terkena dua pantulan peluru yang sebelumnya mengenai pohon.

"Darah mengalir deras hingga sudah sangat lengket. Tapi, saya tidak bergerak karena itu akan memicu lawan menembakkan senjatanya," ucapnya.

Adapun Tatang Koswara baru bisa bergerak malam hari. Ia mencoba mengikatkan tali bambu di kakinya dan dengan bantuan gunting kuku, dia mencongkel dua peluru yang bersarang di betisnya.

Namun, darah tak juga berhenti mengalir.

Ia pun melepas syal merah putih tempat menyimpan foto keluarga. Sambil berdoa, dia mengikatkan syal tersebut di kakinya.

"Saya memiliki prinsip, hidup mati bersama keluarga, minimal foto keluarga. Saya pun berdoa diberi keselamatan agar bisa melihat anak keempat saya yang masih dalam kandungan, lalu mengikatkan syal merah putih. Ternyata, darah berhenti mengalir, merah putih menjadi penolong saya," ungkapnya.

Selama empat kali masuk ke medan perang, Tatang Koswara mengatakan, pelurunya telah membunuh 80 orang.

Bahkan, dalam aksi pertamanya dari 50 peluru, 49 peluru berhasil menghujam musuh.

Satu peluru sengaja disisakannya. Ini untuk memenuhi prinsip seorang sniper yang pantang menyerah.

Sebagai seorang sniper, dalam keadaan terdesak dia akan membunuh dirinya sendiri dengan satu peluru tersebut.

Adapun Tatang Koswara didaulat menjadi salah satu sniper terbaik dunia, seperti dituliskan dalam buku yang ditulis Brookesmith itu.

Ia mencetak rekor 41 di bawah Philip G Morgan (5 TH SFG (A) MACV-SOG) dengan rekor 53 dan Tom Ferran (USMC) dengan rekor 41.

Tatang memperoleh rekor tersebut dalam perang di Timor Timur pada 1977-1978.

Baca: Ada DM Nikita Mirzani, Kriss Hatta Batal Bebas, Ratu Nyinyir Panasi Antony Hillenaar di Instagram

Baca: Manfaat Mengkonsumsi Makanan Pedas, Turunkan Berat Badan hingga Percepat Metabolisme Tubuh

Momen Terakhir Tatang Koswara

Sang sniper Tatang Koswara meninggal karena serangan jantung, Selasa (3/3/2014), sekitar pukul 20.00 WIB.

Istri almarhum, Tati Hayati, mengatakan, suaminya memiliki riwayat penyakit jantung.

Almarhum pernah dioperasi pemasangan ring di jantungnya.

"Menurut dokter, bapak meninggal terkena serangan jantung," ujar Tati di rumah duka, di daerah Komplek TNI AL, Cibaduyut, Bandung, Rabu (4/3/2015).

Tati mengatakan, kegiatan suaminya sebulan terakhir lebih padat dari biasanya.

Tamu silih berganti datang, di antaranya wawancara dengan berbagai media massa.

"Bapak kecapean sekaligus begitu bahagia kayaknya, jadi penyakit jantungnya kambuh," ucap Tati.

Dari cerita Tati, Tatang bertolak dari Bandung menuju Jakarta pada Selasa (3/3/2014) pagi.

Sesampainya di Jakarta, Tatang mengunjungi Mabes TNI AD dilanjutkan wawancara. Seusai itu, almarhum ke hotel untuk istirahat dan persiapan live di Hitam Putih.

"Jam 17.00, bapak masih mencari makan sendiri. Setelah itu kami pergi ke Trans 7 untuk acara Hitam Putih," imbuhnya.

Saat diwawancara Dedi Corbuzier, Tatang sudah menunjukkan perbedaan.

Nafas almarhum terlihat tersenggal dan kata-katanya kadang terbata. Namun, keluarga tidak menaruh curiga.

"Beres segmen pertama ada istirahat sholat Maghrib. Bapak diajak ngobrol Dedi dan anak kami yang bungsu mengingatkan Bapak untuk meminum obat," ucapnya.

Tatang menunjukkan obat yang diminum ke anak bungsunya. Tak lama berselang, Tatang sesak nafas dan pingsan. Dalam perjalanan ke rumah sakit, Tatang meninggal.

Almarhum meninggalkan istri dan empat orang anak. Rencananya, Tatang akan dimakamkan secara militer di TPU terdekat.

Dalam wasiatnya Tatang menolak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Padalarang.

"Bapak dapat jatah di Taman Makan Pahlawan Padalarang. Tapi kasihan kejauhan, jadinya dimakamkan di TPU terdekat saja," tutupnya.

Anak tak tahu kalau ayahnya sniper terbaik dunia

Tubagus Abdi Yudha (39), anak ketiga almarhum Peltu (Purn) Tatang Koswara tak menyangka jika ayahnya merupakan salah seorang sniper terbaik di dunia.

Sang ayah diakui Yudha baru menceritakan pengalaman hidupnya menjelang akhir hayatnya. Selama puluhan tahun ayahnya menyimpan rahasia bertugas menjadi seorang sniper. Yudha pun bangga ayahnya menorehkan sejumlah prestasi semasa menjadi anggota TNI.

"Dulu bapak cuma cerita kalau tugas di TNI. Enggak nyangka kalau punya misi jadi seorang sniper," ujar Yudha di rumah duka usai pemakaman almarhum, Rabu (4/3).

Selama ini Yudha hanya tahu jika ayahnya pernah menjalani beberapa misi perang. Salah satunya di Timor Timur (Timor Leste). Selebihnya, almarhum tak pernah bercerita banyak soal kehidupannya.

"Baru sekarang-sekarang saja tahumya setelah diangkat media. Dari dulu sampai sekarang bapak hanya cerita tugas di kesatuan saja," katanya.

Artikel ini telah tayang di Tribuncirebon.com dengan judul Kisah Nyata Tatang Koswara, Sniper Yahud TNI AD Kelas Dunia Nyawanya Selamat Berkat Syal Merah Putih, 

Editor: suci
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved