Berita Sungaipenuh

Jembatan Penyeberangan di Sungaipenuh Ambruk Saat Dicor, 2 Pekerja Jadi Korban

Jembatan Penyeberangan di Sungaipenuh Ambruk Saat Dicor, 2 Pekerja Jadi Korban

Jembatan Penyeberangan di Sungaipenuh Ambruk Saat Dicor, 2 Pekerja Jadi Korban
TRIBUNJAMBI/HENDRI DEDE PUTRA
Ilustrasi. Jembatan Penyeberangan di Sungaipenuh Ambruk Saat Dicor, 2 Pekerja Jadi Korban

Jembatan Penyeberangan di Sungaipenuh Ambruk Saat Dicor, 2 Pekerja Jadi Korban

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Pengerjaan jembatan penyebrangan di Desa Sumur Anyir, Kecamatan Sungai Bungkal, Kota Sungai Penuh, ambruk pada Kamis(15/8/2019).

Dua pekerja pembangunan jembatan yang menggunakan Dana Desa itu pun terluka.

Dua orang pekerja yang mengalami kecelakaan kerja itu pun harus dirawat. Ternyata mereka tidak mendapatkan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan karena mereka tidak terdaftar.

Baca: Jembatan Sungai Batang Merao Runtuh, Warga Lubang Kerinci Kaget Dengar Suara Keras Habis Magrib

Baca: Kabut Asap di Jambi, Jumat Pagi, Jarak Pandang Sempat Turun 800 Meter, Siang Kembali Normal

Baca: Sungguh Dramatis, Bayi Ini 3 Hari Temani Jasad Sang Ayah di Kamar, Begini Kronologi Penyelamatannya

Kades Sumur Anyir, Jon Friyanto dikonfirmasi, Jumat (16/8/2019) mengiyakan adanya kejadian itu. Menurutnya, ambruknya jembatan terjadi saat pekerjaan pengecoran dilakukan pada Kamis (15/8/2019).

"Ya, kemarin ambruk saat dilakukan pengecoran," bilang Kades.

Pekerjaan pembangunan jembatan itu diakui Kades, melalui dana desa. Adapun besar anggaran untuk pembangunannya sebesar Rp 84,6 juta.

Baca: Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan di Muarojambi, Polres Periksa 15 Saksi dan 2 Perusahaan

Baca: Nyanyi di Gang Sempit, Barbie Kumalasari Lempar Sandal ke Warga yang Sebut Suaranya Jelek: Gue Viral

Baca: Meningkat Drastis, 44 Kasus Kebakaran di Bungo Selama Setengah Bulan, Didominasi Kebakaran Lahan

"Pekerjaannya swakelola. Ada puluhan masyarakat yang ikut berkerja dalam pembangunan itu," jelasnya.

Terhadap dua pekerja yang mengalami kecelakaan saat itu bilang Kades, memang tidak terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Ia mengaku, belum tahu bahwa pekerjaan swakelola ternyata bisa didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Halaman
12
Penulis: heru
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved