Berita Kriminal Jambi

3 Terdakwa Saling Bantah di Persidangan, Sidang Kasus Kredit Fiktif di Bank Mandiri Sam Ratulangi

3 Terdakwa Saling Bantah di Persidangan, Sidang Kasus Kredit Fiktif di Bank Mandiri Sam Ratulangi

3 Terdakwa Saling Bantah di Persidangan, Sidang Kasus Kredit Fiktif di Bank Mandiri Sam Ratulangi
Tribunjambi/Jaka HB
Tiga terdakwa dugaan kredit fiktif Bank Mandiri samratulangi dengarkan lima saksi, pada Senin (17/6) di Pengadilan Negeri Jambi. 

3 Terdakwa Saling Bantah di Persidangan, Sidang Kasus Kredit Fiktif di Bank Mandiri Sam Ratulangi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sidang perkara kredit fiktif Bank Mandiri Sam Ratulangi, kembali dilanjutkan Selasa (13/8/2019).

Bantah membantah antar terdakwa terjadi selama sidang dugaan korupsi kredit fiktif Bank Mandiri Sam ratulangi. Terdakwa Farida mengatakan khilaf dan tidak tahu.

Sesekali Farida menelan ludah, menunduk dan terbata-bata menjawab.

Baca: Terdakwa Dugaan Kredit Fiktif Bank Mandiri Cabang Sam Ratulangi, Pernah Minta Maaf & Buat Perjanjian

Baca: Pendaki yang Peringati Hari Kemerdekaan di Gunung Kerinci Tahun Ini Turun Drastis, Diduga Karena Ini

Baca: Tersangka Mengaku Tak Tahu Lahan yang Dibakar Berada di Atas Lahan Konsesi PT Reki

“Tidak ada semuanya yang dikatakan Toni itu, saya tidak menemani seluruhnya, terus yang Irfan, tidak ada juga,” katanya terbata-bata.

Farida sebagai bendahara Dinas PMD PTSP Jambi diketahui menandatangani tanda bukti gaji. Hanya tiga orang yang dikethauinya benar-benar PNS.

“Lalu kenapa ibu menandatangani yang lainnya ini?” tanya Erika Sari Emsah Ginting selaku ketua majelis hakim, pada Selasa (13/8/2019).

Baca: Jembatan Penyeberangan di Sungaipenuh Ambruk Saat Dicor, 2 Pekerja Jadi Korban

Baca: Dugaan Kredit Fiktif yang Melibatkan Pegawai Pemprov Jambi, Ditanya JPU Terdakwa Beri Bantahan

Baca: Akhirnya, Hujan Guyur Kota Sarolangun Malam Ini, Setelah Berbulan-bulan tak Kunjung Turun

“Itulah yang mulia, saya juga tidak tahu,” katanya, menunduk dan terbata-bata.

Sementara itu Toni Chandra yang didakwa sebagai karyawan Mandiri waktu kejadian, selalu bertanya mengapa harus ditemani Irfan atau Farida.

“Katanya waktu itu debitur minta ditemani,” jawab Toni Chandra.

Selain itu Irfan juga membantah kesaksian-kesaksian sebelumnya yang menjelaskan bahwa ada perjanjian dan pernyataan yang melibatkan dirinya.

Sebelumnya diketahui sidang ini merupakan lanjutan kasus korupsi pada layanan kredit serba guna mikro tahun 2013 - 2014 pada Bank Mandiri KCP Jambi Samratulangi dengan terdakwa Toni Candra, selaku mantan mikro kredit sales.

Terdakwa Irfan Rakhmadani selaku PNS BKD Provinsi Jambi dan terdakwa Farida, PNS DPM PTSP Provinsi Jambi

3 Terdakwa Saling Bantah di Persidangan, Sidang Kasus Kredit Fiktif di Bank Mandiri Sam Ratulangi (Jaka HB/Tribun Jambi)

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved