Petani Tanjab Timur Enggan Gunakan Air Sungai karena Asin, Kondisi saat Musim Kemarau

Dari sisi lain, serangan hama juga menjadi ancaman. Dan yang paling penting pasokan air yang harus rutin dilakukan.

Petani Tanjab Timur Enggan Gunakan Air Sungai karena Asin, Kondisi saat Musim Kemarau
Tribunjambi/Samsul Bahri
Ilustrasi petani 

Petani Tanjab Timur Enggan Gunakan Air Sungai karena Asin, Kondisi saat Musim Kemarau

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Guna mengantisipasi kekeringan saat musim kemarau, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura mengimbau petani memanfaatkan mesin air.

Kondisi musim kemarau yang belum diketahui pasti hingga kapan berakhir yang berakibat pasokan air berkurang, membuat petani waswas akan tanaman mereka.

Dikatakan Fatimah (62), warga yang memiliki tanaman cabai, saat musim kemarau seperti ini perawatan tanaman memang membutuhkan perhatian ekstra lebih dari biasanya.

Dari sisi lain, serangan hama juga menjadi ancaman. Dan yang paling penting pasokan air yang harus rutin dilakukan.

"Kalau kita di wilayah pesisir ini juga sedikit ribet, jika musim kemarau maka kualitas air sungai akan berubah asin karena perubahan air laut. Air dengan keadaan tersebut tidak bagus untuk menyirami tanaman karena akan merusak pohon," ujarnya.

Langkah yang dilakukan, para petani terpaksa harus mencari alternatif lainnya dengan mencari sumber air yang lebih bagus.

"Minimal jangan air asin," tuturnya.

Kabid Produksi Sapura melalui Kasi produksi Horti Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura David, mengatakan sejauh ini untuk laporan dari petani terkait kemarau belum ada.

Meskipun ada, itu hanya beberapa dan sudah ditangani pengamat organisme pengganggu tanaman petugas provinsi.

"Sejauh ini yang sudah ada masuk laporan dari kelompok tani dendang, di antaranya keluhan mereka buah keriting, gugur bunga karena kemarau," ujarnya.

Untuk solusinya, dinas terkait menghimbau para petani untuk dapat memanfaatkan pompa air yang ada.

Selain itu pihaknya juga memberikan pengendalian hama secara hayati untuk mengurangi serangan hama.

Dia mengatakan juga bahwa selain bantuan bibit cabai, tahun ini petani juga mendapatkan bantuan bibit semangka sebanyak 18 hektare. (Abdullah Usman / Tribunjambi.com)

 Video Vina Garut 3 Lawan 1 di Kamar Hotel Tersebar, Pemerannya Ketahuan Jelas

 Testimoni Penonton Video Vina Garut 1 Lawan 3, Yana sudah Menonton, Posisinya Aneh dan Unik

 Viral Video Vina Garut, Puluhan Adegan Disebar Hingga Whatsapp, Begini Nasib Pemerannya

Penulis: Abdullah Usman
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved