Daftar 54 Karya Pramoedya Ananta Toer sejak 1947, Film Bumi Manusia Tayang Perdana Hari Ini

Bagi yang belum tahu, Pram bukan hanya mengarang satu novel. Lebih dari 50 karya telah yang diterjemahkan ke puluhan bahasa asing.

Daftar 54 Karya Pramoedya Ananta Toer sejak 1947, Film Bumi Manusia Tayang Perdana Hari Ini
kompasiana
Pramoedya Ananta Toer Pramoedya Ananta Toer 

Bagi yang belum tahu, karya Pramoedya Ananta Toer bukan hanya Bumi Manusia. Berikut ini 54 karya yang telah ada sejak 1947, saat Pram masih muda.

TRIBUNJAMBI.COM - Film Bumi Manusia yang ide ceritanya mengadaptasi novel karangan Pramoedya Ananta Toer sedang trending.

Karya sastrawan Pramoedya Ananta Toer itu akan diadaptasi menjadi sebuah film yang tayang perdana Kamis (15/8/2019).

Sosok pengarang novel ini sangat terkenal.

Bagi yang belum tahu, Pram bukan hanya mengarang satu novel.

Lebih dari 50 karya telah yang diterjemahkan ke puluhan bahasa asing.

 Siapa Sebenarnya Pramoedya Ananta Toer? Ini Daftar Masa Tahanan yang Dijalani, Lahir Bumi Manusia

 Sinopsis Film Bumi Manusia, Tayang Mulai Besok, Kamis 15 Agustus 2019, Dibintangi Iqbaal Ramadhan

 Testimoni Penonton Video Vina Garut 1 Lawan 3, Yana sudah Menonton, Posisinya Aneh dan Unik

 Video Vina Garut 3 Lawan 1 di Kamar Hotel Tersebar, Pemerannya Ketahuan Jelas

 Foto Nagita Slavina Pakai Gaun Ketat Bikin Kaget, Perubahan Bagian Tubuh sangat Terlihat

Pramoedya Ananta Toer yang lahir di Blora, Jawa Tengah, 6 Februari 1925, telah berkarya sejak 1940-an.

Dia meninggal di Jakarta, 30 April 2006.

Pram merupakan satu di antara pengarang yang berpengaruh dalam sejarah sastra Indonesia.

Lebih dari 50 karya dihasilkan dan diterjemahkan ke dalam lebih dari 42 bahasa asing.

Berikut ini daftar karya atau bibliografi Pramoedya Ananta Toer :

  1. Sepoeloeh Kepala Nica (1946), hilang di tangan Penerbit Balingka, Pasar Baru, Jakarta, 1947
  2. Kranji–Bekasi Jatuh (1947), fragmen dari Di Tepi Kali Bekasi.
  3. Perburuan (1950), pemenang sayembara Balai Pustaka, Jakarta, 1949 (dicekal oleh pemerintah karena muatan komunisme).
  4. Keluarga Gerilya (1950).
  5. Tikus dan Manusia (1950), karya John Steinbeck yang diterjemahkan oleh Pramoedya Ananta Toer.
  6. Kembali pada Tjinta Kasihmu (1950), karya Leo Tolstoy yang diterjemahkan oleh Pramoedya Ananta Toer.
  7. Subuh: Tjerita-Tjerita Pendek Revolusi (1951), kumpulan 3 cerpen.
  8. Percikan Revolusi (1951), kumpulan cerpen.
  9. Mereka yang Dilumpuhkan (I & II) (1951).
  10. Bukan Pasar Malam (1951).

     Bocoran Gebrakan Jokowi, Bakal Ada Kementerian Digital dan Ekonomi Kreatif dan Kementerian Investasi

     Hasil Piala Super Eropa 2019 - Kiper Gratisan Liverpool Jadi Pahlawan Laga Lawan Chelsea

     Ini yang Terjadi Bila Susi Pudjiastuti Tak Jadi Menteri, Prediksi Gus Mus dan Survei Litbang Kompas

  11. Di Tepi Kali Bekasi (1951), dari sisa naskah yang dirampas Marinir Belanda pada 22 Juli 1947.
  12. Dia yang Menyerah (1951), kemudian dicetak ulang dan dimasukkan dalam kumpulan cerpen Cerita dari Blora.
  13. Cerita dari Blora (1952), pemenang karya sastra terbaik dari Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional, Jakarta, 1953
  14. Gulat di Jakarta (1953).
  15. Midah Si Manis Bergigi Emas (1954).
  16. Korupsi (1954).
  17. Perdjalanan Ziarah jang Aneh (1954), karya Leo Tolstoy yang diterjemahkan oleh Pramoedya Ananta Toer.
  18. Mari Mengarang (1955), tak jelas nasibnya di tangan penerbit di Jalan Kramat Raya, Jakarta.
  19. Ibunda (1956), karya Maxim Gorky yang diterjemahkan oleh Pramoedya Ananta Toer.
  20. Kisah Seorang Pradjurit Sovjet (1956), karya Mikhail Sholokhov yang diterjemahkan oleh Pramoedya Ananta Toer.
  21. Cerita dari Jakarta (1957), kumpulan cerpen.
  22. Cerita Calon Arang (1957).
  23. Sekali Peristiwa di Banten Selatan (1958).
  24. Dewi Uban: Opera Lima Babak (1958), karya He Tjing-Ce dan Ting Ji yang diterjemahkan oleh Pramoedya Ananta Toer.
  25. Asmara dari Russia (1959), karya Alexander Kuprin yang diterjemahkan oleh Pramoedya Ananta Toer.
  26. Kisah Manusia Sedjati (1959), karya Boris Polevoi yang diterjemahkan oleh Pramoedya Ananta Toer.
  27. Pertaruhan (1960), karya Anton Chekhov yang diterjemahkan oleh Pramoedya Ananta Toer bersama Koesalah Soebagyo Toer.
  28. Hoakiau di Indonesia (1960), dilarang oleh Pemerintah Indonesia pada masa Demokrasi Terpimpin (Orde Lama).
  29. Panggil Aku Kartini Saja I & II, (1963); bagian III dan IV dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965.
  30. Kumpulan Karya Kartini, yang pernah dimuat di berbagai media; dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965.

     Ramalan Cinta Zodiak Kamis (15/8) - Pisces Beri Kejutan Kecil, Capricorn Butuh Petualangan Romantis

     Belasan Hektare Tanaman Cabai di Tanjabtim Belum Terdampak Kemarau, Hasil Monitoring Dinas

     Dar Der Dor Hujan Peluru di Saparua, Kepala Kopassus Denjaka dan Paskhas Diincar Sniper

    Pramoedya Ananta Toer Bumi Manusia
    Pramoedya Ananta Toer Bumi Manusia (Kolase/Gird.Id)
  31. Wanita Sebelum Kartini; dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965.
  32. Gadis Pantai sebagai cerita bersambung rubrik lembar kebudayaan "Lentera" dalam harian "Bintang Timur" (1962-1965), bagian pertama trilogi tentang keluarga Pramoedya; terbit sebagai buku pada 1987; dilarang Jaksa Agung pada 1987; jilid kedua dan ketiga dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965.
  33. Sejarah Bahasa Indonesia. Satu Percobaan (1964); dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965.
  34. Realisme Sosialis dan Sastra Indonesia (1963).
  35. Lentera (1965), kumpulan tulisan yang pernah diterbitkan dalam rubrik lembar kebudayaan "Lentera". Tak jelas nasibnya di tangan penerbit di Jalan Pecenongan, Jakarta.
  36. Bumi Manusia (1980); bagian pertama Tetralogi Buru, dilarang Jaksa Agung, 1981.
  37. Anak Semua Bangsa (1981); bagian kedua Tetralogi Buru, dilarang Jaksa Agung, 1981.
  38. Sikap dan Peran Intelektual di Dunia Ketiga (1981).
  39. Tempo Doeloe: Antologi Sastra Pra-Indonesia (ed.), (1982).
  40. Jejak Langkah (1985); bagian ketiga Tetralogi Buru, dilarang Jaksa Agung, 1985.
  41. Sang Pemula (1985); dilarang Jaksa Agung, 1985.
  42. Hikayat Siti Mariah, (ed.) atas karya Hadji Moekti, (1987); dilarang Jaksa Agung, 1987.
  43. Rumah Kaca (1988); bagian keempat Tetralogi Buru, dilarang Jaksa Agung, 1988.
  44. Memoar Oei Tjoe Tat, (ed.) Oei Tjoe Tat, (1995); dilarang Jaksa Agung, 1995
  45. Nyanyi Sunyi Seorang Bisu I (1995); dilarang Jaksa Agung, 1995.
  46. Arus Balik (1995).
  47. Nyanyi Sunyi Seorang Bisu II (1997).
  48. Arok Dedes (1999).
  49. Mangir (2000).
  50. Larasati (2000).
  51. Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer (2001).
  52. Cerita dari Digul (ed.), (2001)
  53. Menggelinding I, merupakan kumpulan tulisan awal Pramoedya Ananta Toer yang disunting oleh Astuti Ananta Toer. (2004)
  54. Jalan Raya Pos, Jalan Daendels (2005).

Bagaimana, sudah pernah membaca karya-karya Pramoedya Ananta Toer yang lain?

 Dar Der Dor Hujan Peluru di Saparua, Kepala Kopassus Denjaka dan Paskhas Diincar Sniper

 Tiga Pasukan Elite Asing yang Pernah Lawan Kopassus, Ada yang Angkat Tangan

 Sah, Tiga Calon Menantu yang Dicoret Susi Pudjiastuti, Status Gading Marten dan Nadine Kaiser Jelas

 Senyum Susi Pudjiastuti jadi Lampu Hijau Nadine Kaiser dan Gading Marten? Ini Sosok Ayahnya

 Perut Buaya Sinyulong 6 Meter di Jambi Dibedah, Temuan di Dalamnya Bikin Warga Kaget

Penulis: duanto
Editor: duanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved