Dilanda Kabut Asap, Aktivitas Sekolah di Muarojambi Tetap Berjalan Seperti Biasa

Pada minggu pertama di Agustus 2019 Dinas Kesehatan Kabupaten Muarojambi melaporkan adanya 1.107 kasus Infeksi Saluran Pernafasan (ISPA) yang terjadi.

Dilanda Kabut Asap, Aktivitas Sekolah di Muarojambi Tetap Berjalan Seperti Biasa

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kabupaten Muarojambi berdampak timbulnya kabut asap. Pada minggu pertama di Agustus 2019 Dinas Kesehatan Kabupaten Muarojambi melaporkan adanya 1.107 kasus Infeksi Saluran Pernafasan (ISPA) yang terjadi.

Meskipun demikian, sampai saat ini untuk aktivitas sekolah khususnya di Kabupaten Muarojambi masih berjalan seperti biasanya. Terhadap sekolah dasar misalnya, Kepala Bidang SD di Dinas Pendidikan Kabupaten Muarojambi, Sanusi menyebutkan bahwa aktivitas belajar mengajar tetap berjalan seperti biasanya.

"Sampai saat ini masih lah belajar, belum ada libur. Saya secara pribadi juga belum menerima surat baik dari Dinkes atau LH, tidak tau kalo langsung ke Kadis ya, tapi kalo di saya tidak ada, belum," ujarnya, Selasa (13/8).

Sementara itu, untuk Dinas Kesehatan Kabupaten Muarojambi sebelumnya telah menyiapkan posko kesehatan Karhutla di beberapa titik puskesmas yang berada di dekat terjadinya Karhutla. Adapun posko tersebut di sampaikan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Muarojambi, Yes Isman yakni ada empat.

Baca: Cuaca di Arafah Lebih Bersahabat, Pasien Jemaah Calon Haji Jambi Menurun Drastis

Baca: Dilanda Kemarau Panjang, Wakil Wali Kota Jambi Ajak Warga Salat Istisqa

Baca: Lima Jemaah Calon Haji Jambi Meninggal di Mekkah, Tiga Orang Meninggal Saat Wukuf di Arafah

Baca: Sumur Minyak Ilegal dan Tiga Bak Seller di Tahura Batanghari Terbakar, Tiga Motor Ikut Ludes

Baca: Sempat Lakukan Asusila pada Mawar, Begini Kronologi Pelaku Curas di Bungo Dibekuk Polisi

"Ini kita tempatkan di wilayah yang kena dampak asap karhutla. Pustu (red-puskesmas pembantu) Arang-Arang, Pustu Sipin Teluk Duren, Pustu Teluk Raya, Pustu Pemunduran," jelasnya beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Yes Isman menyebutkan bahwa tren Indek Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA) fluaktif. Untuk itu, Ia menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.

"Kita harapkan kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah atau ruangan. Banyak-banyak minum air putih. ISPA itu banyak penyebabnya, tidak hanya asap, debu juga bisa," pungkasnya.

Penulis: syamsul
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved