Baru 10 Hari, Jalan Rigid Beton di Kenali Asam Bawah Kota Jambi Bakal Dibongkar

Jalan rigid beton yang baru saja selesai dibangun melalui APBD Kota Jambi senilai Rp 450 juta sudah patah.

Baru 10 Hari, Jalan Rigid Beton di Kenali Asam Bawah Kota Jambi Bakal Dibongkar
Tribunjambi/Rohmayana
Jalan rigid beton di RT 17 Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kota Baru Kota Jambi retak setelah 10 hari dibuka untuk umum. 

Baru 10 Hari, Jalan Rigid Beton di Kenali Asam Bawah Kota Jambi Bakal Dibongkar

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Pembangunan jalan rigid beton di RT 17 Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kota Baru Kota Jambi dikeluhkan warga. Pasalnya Jalan yang baru saja selesai dibangun melalui APBD Kota Jambi senilai Rp 450 juta sudah patah.

Warga berharap jalan yang patah tersebut segera diperbaiki, karena jika dibiarkan berlarut, dikhawatirkan kerusakan akan bertambah parah.

Menaggapi hal ini Agus Setiawan Kabid Binamarga Dinas PUPR Kota Jambi menyebutkan, pihaknya sudah menurunkan tim untuk melakukan pengecekan di lapangan.

“Yang jelas itu belum serah terima, tentu itu harus diperbaiki dulu,” imbuhnya.

Kata Agus, sebelum nantinya dilakukan serah terima, jalan tersebut akan diperiksa yang dilengkapi dengan uji beton sesuai standar.

“Sebelum serah terima juga dilengkapi dengan uji beton sesuai standar,” katanya.

Baca: Kapolda Jambi Intruksikan Semua Perusahaan yang Lahannya Terbakar Diperiksa

Baca: Sidang Perdana Kasus Penyelundupan Benih Lobster di Jambi, Warga Singapura Ikut Terlibat

Baca: Baru 10 Hari Dibuka, Jalan Rigid Beton di Kenali Asam Bawah Retak 8 Titik

Baca: 2 Hektare Habis Terbakar, Kebakaran di Tahura Batanghari Terus Meluas

Baca: Anggaran Humas Naik Rp 2 Miliar, PKB Tolak Setujui RAPBD-P Kota Jambi, Maulana: Itu Hal Biasa

Sementara Rizal, konsultan pengawas jalan lingkungan di RT 17 Kenali Asam bawah Kota Baru ketika dikonfirmasi mengatakan, untuk jalan lingkungan memang terkadang terjadi penyusutan pada saat proses pengecoran dan pengeringan.

“Kadang saat ngecor siang, pada proses pengeringan tidak sama rata, kadang di atas dulu yang kering, sehingga muncul retak. Itu hal lumrah,” katanya.

Pembangunan jalan rigid beton ini sebut Rizal, sengaja dibuat per segmen. Pada saat ada penyusutan retaknya teratur.

Lebih lanjut Rizal menyebutkan, nanti pihaknya akan mengkonfirmasi pada pihak ketiga terkait jalan yang rusak tersebut.

“Sebab pihak ketiga belum melakukan pencairan 100 persen. Belum PHO. Masih ada masa pemeliharaan. Jika ada rusak, maka itu tanggung jawab rekanan. Masa pemeliharaan 180 hari,” ujarnya.

Untuk secara teknis kata Rizal, perbaikan jalan yang patah itu harus dilakukan pembongkaran terlebih dahulu, setelah itu dilakukan pengecoran ulang.

“Itu yang patah nanti dibongkar semua. Dibongkar dulu, baru dilakukan cor ulang,” pungkasnya.

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved