Polisi Masih Cari Senjata Tajam Bukti Pembunuhan Warga Seberang Jaya Bungo

Barang bukti kasus dugaan pembunuhan dan perampokan di Dusun Seberang Jaya, Kecamatan Bathin II Pelayang, Kabupaten Bungo.

Polisi Masih Cari Senjata Tajam Bukti Pembunuhan Warga Seberang Jaya Bungo
Tribunjambi/Mareza
Kapolres Bungo didampingi Kasat Reskrim Polres Bungo dan Kapolsek Bathin II Pelayang menunjukkan barang bukti. 

Polisi Masih Cari Senjata Tajam Bukti Pembunuhan Warga Seberang Jaya Bungo

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Barang bukti kasus dugaan pembunuhan dan perampokan di Dusun Seberang Jaya, Kecamatan Bathin II Pelayang, Kabupaten Bungo berupa senjata tajam hingga kini belum ditemukan. Kasat Reskrim Polres Bungo, Iptu Dedi Kurniawan Susilo mengatakan, barang bukti itu kini masuk dalam daftar pencarian barang bukti (PBB).

"Untuk barang bukti senjata tajam, hingga kini masih pencarian," katanya, usai konferensi pers yang digelar di Mapolres Bungo, Senin (12/8/2019).

Informasi yang sempat Tribunjambi.com peroleh, tersangka kasus pembunuhan dan perampokan itu, WR (43) dan JK (DPO, 26) membuang senjata tajam berupa parang. Hal itu dilakukannya setelah menghilangkan nyawa korban Zulkifli (50) dan menyebabkan korban Robi (26) luka berat.

Hal itu juga sempat diakui tersangka WR yang diekspose di Polres Bungo. Tersangka yang tertangkap pada Sabtu (10/8/2019) itu mengatakan, setelah kejadian, mereka langsung kabur menuju Lubuk Linggau Utara, Sumatera Selatan.

"Dak tau lagi aku di mano (parang). Aku ke tempat keluargo aku di Linggau," jelasnya.

Baca: Warga Sumsel Jadi Tersangka Pembunuhan di Jambi, WR Akui Tak Ada Dendam

Baca: 35 Calon DPRD Tanjab Barat Terpilih Ditetapkan KPU, Berikut Daftar Namanya

Baca: Kapolda Jambi Dinginkan Lahan Gambut Desa Arang Arang Muarojambi yang Terbakar

Baca: Kasus Dugaan Korupsi Taman Hijau Bungo Mulai Disidangkan, Negara Rugi Ratusan Juta

Baca: Kasus Penyimpangan Dana Pembangunan UIN STS Jambi, Kejati Panggil 16 Saksi Minggu Ini

Dalam konferensi pers itu, Polres mengekspose tersangka WR. Sementara tersangka JK, hingga kini masih dalam pencarian.

Kapolres Bungo, AKBP Januario Jose Morrais menjelaskan, kejadian bermula pada hari Senin (5/8/2019) ketika anak pelaku mengambil satu dus mi instan di warung milik korban, Zulkifli (50), warga Dusun Seberang Jaya, Kecamatan Bathin II Pelayang. Karena anak pelaku tersebut tidak membayar, korban akhirnya mendatangi pondok pelaku di sebuah kebun karet di Dusun Seberang Jaya.

Karena kesal, korban akhirnya memukul istri pelaku. Dari sanalah emosi tersangka tersulut dan langsung membalas perlakuan korban dengan senjata tajam. Tidak hanya WR, anaknya JK (26) juga ikut menghabisi nyawa korban.

Tidak sampai di sana, Robi (26) anak korban juga menjadi sasaran saat hendak menolong ayahnya.
Akibatnya, korban Zulkifli meninggal dunia dan Robi mengalami luka berat.

Selain membunuh korban, tersangka juga mengambil dua sepeda motor milik kedua korban.

"WR terancam pidana penjara selama 15 tahun. Dia disangkakan dengan pasal 338 KUHPidana. Subsider, pasal 170 ayat (2) ke-2e dan ke-3e KUHPidana. Lebih subsider, pasal 365 ayat (3) dan ayat (4) KUHPidana," tutup Kapolres.

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved