Berita Muarojambi

Kemarau dan Kesulitan Air, Petani di Muarojambi Khawatir Tanaman Padi Gagal Panen

Kemarau dan Kesulitan Air, Petani di Muarojambi Khawatir Tanaman Padi Gagal Panen

Kemarau dan Kesulitan Air, Petani di Muarojambi Khawatir Tanaman Padi Gagal Panen
Tribunjambi/Samsul Bahri
Kemarau dan Kesulitan Air, Petani di Muarojambi Khawatir Tanaman Padi Gagal Panen 

Kemarau dan Kesulitan Air, Petani di Muarojambi Khawatir Tanaman Padi Gagal Panen

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Musim kemarau yang terjadi di Kabupaten Muarojambi, memberikan dampak pada ribuan hektare lahan pertanian di sejumlah wilayah Kabupen Muarojambi.

Satu diantaranya lahan padi milik masyarakat Desa Gedong Karya, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muarjambi.

Eliyah, Warga RT 5 Desa Gedong Karya merasakan dampak kemarau yang membuat dirinya kesulitan air untuk menyirami padi miliknya.

Baca: Jangan Sampai Menunggak Pajak, Kalau Tidak Ingin Kendaraan Dianggap Bodong, Ini Aturannya

Baca: Kemarau, Ribuan Hektare Sawah di Merangin Terancam Gagal Panen

Baca: Ada Pameran Jurnalistik dan Dokumenter, Besok, PWB Akan Gelar Kongres Ke III

Terlebih lagi, kondisi padi yang baru berusia tiga bulan tersebut, karena kekeringan menyebabkan tumbuhnya tidak seperti biasanya.

"Ini seharusnya sudah tinggi tumbuh padi ini, bulir-bulir padi jugo seharusnyo sudah ado. Tapi karno kekeringan dak ado air ini kek gini lah kondisinyo. Masih pendek-pendek," ujarnya.

Menurutnya, untuk melakukan penyiraman sawahnya, dirinya tidak sanggup dengan hamparan lahan padi yang cukup luas.

Sawah di Muarojambi, terancam gagal panen karena kemarau
Sawah di Muarojambi, terancam gagal panen karena kemarau (Tribunjambi/Samsul Bahri)

Bahkan, Eliyah menyebutkan dirinya hanya pasrah terhadap lahan padi miliknya tersebut.

"Yo kito pasrah bae lah, paling kito cuma ngarapin embun pagi kan ado, yang bikin basah daun. Mano tanah tengok lah retak-retak, pasrah tu be lah kito sekarang," ucapnya.

Selain itu, kekeringan juga membuat sebagain padi menguning dan ini dipastikan tidak akan tumbuh dengan baik. Hal ini juga menjadi kekhawatiran terhadap padi-padi yang lainnya.

Hal senada juga disampaikan Zubaidah, petani lainnya. Karena musim kemarau, beberapa petani dikatakan Zubaidah juga mengkhawatirkan gagal panen karena banyaknya hama yang menyerang tanaman padi.

"Kalau sekarang dak cuma kemarau, hama jugo kami was-was. Banyak belalang, keong, ular lah pulak sekarang. Kito nak nyiram pakek obat, obat dak ado," jelasnya.

Kemarau dan Kesulitan Air, Petani di Muarojambi Khawatir Tanaman Padi Gagal Panen (Samsul Bahri/Tribun Jambi)

Penulis: samsul
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved