Kasus Dugaan Korupsi Taman Hijau Bungo Mulai Disidangkan

Sidang dugaan korupsi Taman Hijau Bungo dimulai Senin (12/8) ini di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jambi.

Kasus Dugaan Korupsi Taman Hijau Bungo Mulai Disidangkan
Tribunjambi/Jaka HB
Sidang dugaan korupsi Taman Hijau Bungo dimulai Senin (12/8) ini di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jambi. 

Kasus Dugaan Korupsi Taman Hijau Bungo Mulai Disidangkan

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sidang dugaan korupsi Taman Hijau Bungo dimulai Senin (12/8) ini di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jambi.

Galuh Bastoro Aji, Kasi Pidsus Kejari Bungo membacakan dakwaannya. Dia mengatakan terdakwa mengetahui kasus proyek Taman Hijau Bungo.

"Baik secara sendiri sebagai orang yang melakukan maupun bersama-sama sebagai turut serta melakukan dengan saksi almarhum Darma Suardi yang sudah meninggal dunia," katanya di depan Majelis Hakim Dedi Muchti Nugroho.

Akibat perbuatan terdakwa negara mengalami kerugian sebesar Rp 56 juta. Hal itu berdasarkan dengan hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan ( BPK) Jambi.

"Untuk membuktikan dakwaan tersebut diperlukan pembuktian di persidangan," ungkapnya.

Baca: Kasus Pembangunan Auditorium UIN STS Jambi, Kejati Akan Panggil Pekerja PT Lambok Besok

Baca: Kasus Penyimpangan Dana Pembangunan UIN STS Jambi, Kejati Panggil 16 Saksi Minggu Ini

Baca: 24 Jam, Tiga Korban Tenggelam di Sungai Batanghari Belum Ditemukan

Baca: Kemarau Panjang, Harga Cabai di Pasar Angso Duo Jambi Tembus Rp 90 Ribu

Baca: RSJ Jambi Turun Kelas, Sekda Sebut Itu Bahan Intropeksi

Sebelumnya diketahui dari Kejaksan Negeri Bungo tersangka EI ini akhirnya ditahan dengan barang bukti 71 dokumen, keterangan 23 saksi, dan 2 orang ahli.

Adapun peranan tersangka EI dalam kasus ini sebagai pihak pelaksana pekerjaan dalam pembangunan kawasan Taman Hijau di Bungo, dengan membawa perusahaan CV Davina Kontraktor.

"Dari pekerjaan taman hijau  tersebut, terdapat kekurangan volume. Berdasarkan hasil audit BPK dan fakta penyidikan, terdapat kerugian negara senilai sekitar Rp 97.242.096," kata Galuh.

EI dijerat pasal alternatif. Primer, EI dijerat pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 UU Tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Sedangkan subsider, tersangka dijerat pasal 3 jo pasal 18 UU Tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sebelumnya diberitakan, tim penyidik telah menetapkan dua tersangka. Keduanya adalah (Alm) DS selaku Pengguna Anggaran (PA) sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari pihak Dinas Lingkungan Hidup dan EF dari pihak rekanan.

Namun, penyidikan terhadap (Alm) DS telah dihentikan karena telah gugur perkaranya, berdasarkan surat keterangan tertanggal 3 Februari 2019 dari Rumah Sakit Bunda. Sedangkan untuk tersangka EI masih berlanjut.

Pembangunan Taman Hijau Muara Bungo, dibangun dengan anggaran sekitar Rp 921.755.000 juta, yang bersumber dari dana APBN dan dana sharing APBD Kabupaten Bungo.

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved