Berita Batanghari

60 Hektare Lebih Lahan Terbakar Selama 6 Minggu di Kabupaten Batanghari

60 Hektare Lebih Lahan Terbakar Cuma Selama 6 Minggu di Kabupaten Batanghari

60 Hektare Lebih Lahan Terbakar Selama 6 Minggu di Kabupaten Batanghari
IST
Peristiwa kebakaran lahan kembali melanda Kecamatan Bathin XXIV, Kabupaten Batanghari, Kamis (8/8) malam. 60 Hektare Lebih Lahan Terbakar Cuma Selama 6 Minggu di Kabupaten Batanghari 

60 Hektare Lebih Lahan Terbakar Cuma Selama 6 Minggu di Kabupaten Batanghari

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Kasus kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) di Kabupaten Batanghari terus terjadi bahkan sudah meluas.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batanghari, tercatat ada 34 titik api selama 6 minggu terakhir yakni dari Juli hingga 10 Agustus dengan total luas lahan yang terbakar mencapai 60,59 hektare.

Sekretaris BPBD Kabupaten Batanghari, Samral Lubis mengatakan, puluhan titik api tersebut tersebar di 8 kecamatan di Kabupaten Batanghari.

Baca: KPM PHK Kabupaten Batanghari Sempat Nyasar ke Luar Provinsi Jambi, Ini Kata Bupati Syahirsah Sy

Baca: Kemarau dan Kesulitan Air, Petani di Muarojambi Khawatir Tanaman Padi Gagal Panen

Baca: Pemkab Batanghari Butuh 2.000 PNS, Guru dan Tenaga Medis Jadi Prioritas CPNS 2019

Terpantau, pada Juli lalu ada 15 titik api dan hingga Agustus ini ada 19 titik api. Bersumber dari lahan masyarakat dan perusahaan.

"Awal mula api didominasi dari tumpukan batubara, puntung rokok dan kesengajaan oknum," ujarnya, Senin (12/8/2019).

Saat ini, katanya karhutla sangat masiv terjadi. Alhasil, pihaknya harus terus siaga peristiwa kebakaran lahan.

Baca: Jangan Sampai Menunggak Pajak, Kalau Tidak Ingin Kendaraan Dianggap Bodong, Ini Aturannya

Baca: Jarang Diketahui, Ternyata Ini Fungsi Tonjolan yang Ada di Punuk Pebalap MotoGP, Bukan Cuma Kosongan

Baca: VIDEO: Viral Detik-detik Bule Tendang Pengendara Motor Hingga Terjatuh di Bali, Ini Identitas Bule

"Kita bergerak terus, sebelum meluas dan langsung di padamkan. Dan saat ini yang paling berpotensi kebaran itu di pinggir jalan lantaran semak belukar," jelasnya.

Sementara, Bupati Batanghari, Syahirsah Sy menaggapi hal ini. Ia mengatakan, Mei 2019 lalu, dirinya langsung menandatangani Surat Keputusan (SK) darurat karhutla. Padahal, katanya, Provinsi Jambi dan kabupaten lain belum melakukan itu.

"Kabupaten Batanghari yang pertama menetapkan status siaga darurat karhutla. Karena dari awal, tiap tahunnya saya menyimak ramalan BMKG. Tahun ini BMKG sudah jauh-jauh hari meramal bahwa kemarau paling tidak sampai akhir September," kata Bupati.

Halaman
12
Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved