Pramugari Meninggal Karena Nyamuk, Pecat Usai Dilamar hingga Bung Karno Jatuh Hati pada Pramugari

Baru-baru ini, seorang pramugari meninggal karena demam berdarah hanya beberapa hari setelah mendapat gigitan nyamuk.

Pramugari Meninggal Karena Nyamuk, Pecat Usai Dilamar hingga Bung Karno Jatuh Hati pada Pramugari
Intisari/Yoyok
Soekarno jatuh hati pada 2 pramugari cantik, namun 1 wanita menolaknya Bikin Bung Karno marah dan panggil ke istana 

Dia mengalami infeksi parah yang disebabkan oleh gigitan nyamuk, yang parahnya memicu pendarahan internal, hingga kerusakan organ tubuh.

Apitchaya, yang bekerja di maskapai penerbangan Lion Air Thailand, dinyatakan meninggal Senin (29/7/2019) kemarin, hanya 3 hari setelah terinfeksi virus demam berdarah.

Keluarga korban merasa sedih atas kepergian Apitchaya.

Baca: Peringatan Untuk Hotman Paris, Andar Situmorang: Buat Malu Orang Batak! Dia Gebukin Meriam Bellina

Baca: Cara Tak Biasa Megawati Blak-Blakan Minta Jatah Menteri ke Jokowi, Tiru Gaya Presiden Sampe Begini

Sepupunya, Surin Jareondee mengatakan keluarga telah mengambil tindakan pencegahan untuk menghindari nyamuk dengan lebih banyak tinggal di dalam rumah dan menutup jendela.

''Ini musim hujan sekarang dan ada banyak nyamuk di daerah itu,” ucapnya.

Kematian pramugari Apitchaya menambah daftar korban demam berdarah di Thailand.

Pemerintah memperkirakan, hingga akhir tahun, penderita bisa mencapai 130 ribu orang terinfeksi DBD.

Dan hingga akhir Juli, sebanyak 70 orang sudah dinyatakan meninggal.

Baca: Ramalan Zodiak Jumat (9/8) - Pikiran Aquarius Penuh Uang, Hari Suram Scorpio, Leo Bisa Diandalkan

Baca: Megawati Soekarnoputri Kembali Jadi Ketua Umum DPP PDIP Periode 2019-2024, Terpilih Secara Aklamasi

Seorang Pramugari Sembunyi di Kabin Pesawat sembari Beri Petunjuk, Penumpang Kaget (Twitter.com/Disko_InVERNo)
Seorang Pramugari Sembunyi di Kabin Pesawat sembari Beri Petunjuk, Penumpang Kaget (Twitter.com/Disko_InVERNo) ()

PRAMUGARI SEMBUNYI DI KABIN BAGASI KEJUTKAN PENUMPANG

Waktu masuk ke dalam pesawat, setelah menunggu, tampaknya sedikit membosankan.

Halaman
1234
Editor: suci
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved