Media Malaysia & Singapura Beritakan Asap Kebakaran Hutan, Jokowi Malu dengan Negara Tetangga

TRIBUNJAMBI.COM - Lagi-lagi asap dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menimbulkan

Media Malaysia & Singapura Beritakan Asap Kebakaran Hutan, Jokowi Malu dengan Negara Tetangga
IST
Ilustrasi --Satgas memadamkan Karhutla di Sarolangun 

TRIBUNJAMBI.COM - Lagi-lagi asap dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menimbulkan masalah besar.

Saking seriusnya, sampai-sampai Presiden Jokowi angkat bicara. Presiden mengaku malu dengan negara tetangga yang kena asap dari Indonesia.

Kebakaran hutan di Indonesia kembali menimbulkan kabut asap di Malaysia dan Singapura, setelah terakhir kali terjadi pada 2015.

Baca: Sehari Jual 20 Ekor Sapi, Pedagang Hewan Kurban di Batanghari Raup Untung Besar

Baca: Jadwal Laga Pekan Pertama Liga Inggris, 4 Laga Tayang di TVRI dan Mola TV, Link Live Streaming

Baca: INFO Terkini, Tersangka Baru Korupsi KTP Elektronik, Agus Rahardjo Sudah Tandatangani Sprindik

 

Diberitakan media Singapura, Channel News Asia, sebanyak 16 titik api dilaporkan terdeteksi di Singapura, menurut data dari Badan Meteorologi Singapura, pada Minggu (4/8/2019).

"Titik api dengan kabut asap terdeteksi dalam beberapa hari terakhir di Sumatra dan juga Kalimantan, yang telah mengalami kondisi cuaca kering."

"Karena tertutup awan, total 16 titik api terdeteksi di Sumatra hari ini dan kabut asap dari titik api yang terus menerus ini secara berkelanjutan diamati di provinsi Riau dan Jambi, di Sumatra," tulis pernyataan Badan Meteorologi Singapura.

Baca: Punya Banyak Varian, Bakso Boedjangan Cocok Jadi Tujuan di Akhir Pekan

Baca: VIDEO : 4 Langkah Kurangi Sampah Plastik saat Traveling

Baca: VIDEO: 4 Cara Mudah dan Cepat Mengolah Daging Kambing Agar Super Embuk dan Tak Bau Prengus

Baca: KABAR Gembira, Beasiswa Kuliah S1 di Kanada, Full Beasiswa dan Tempat Tinggal 4 Tahun: Ini Syaratnya

Ditambahkan badan meteorologi, untuk beberapa hari ke depan, kondisi kering diperkirakan masih akan terjadi di Sumatra dan angin yang ada di wilayah itu dapat terus bertiup dari tenggara atau selatan.

"Ada kemungkinan Singapura dapat mengalami kondisi sedikit berkabut jika ada peningkatan titik api di Sumatra dan angin berubah arah menjadi dari barat daya," lanjut pernyataan itu.

Sementara Free Malaysia Today, menuliskan bencana kebakaran hutan di Indonesia telah mengirim asap berbahaya yang terbang ke seluruh Asia Tenggara.

Baca: Siloam Hospitals Jambi dan Prudential Sampaikan Pentingnya Mengenal Gejala Stroke Sejak Dini

Baca: BREAKING NEWS: Sidak Gubernur dan Satgas Pangan Harga Daging dan Cabai Naik di Pasar Angso Duo Jambi

Baca: Liga Inggris, 5 Bocah Ajaib Pemain Muda yang Paling Dinanti di EPL 2019/2020, Para Calon Bintang

 

Para peneliti dan aktivis lingkungan pun mendesak kepada pemerintah Indonesia untuk meningkatkan upaya mencegah terulangnya krisis kabut asap besar seperti pada 2015.

Halaman
123
Editor: ridwan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved