Berita Tanjab Timur

BREAKING NEWS: Warga Tanjab Timur Mulai Kesulitan Air Bersih, Sebagian Terpaksa Gunakan Air Galon

Warga Tanjab Timur Mulai Kesulitan Air Bersih, Sebagian Terpaksa Gunakan Air Galon

BREAKING NEWS: Warga Tanjab Timur Mulai Kesulitan Air Bersih, Sebagian Terpaksa Gunakan Air Galon
Tribunjambi/Abdullah Usman
Warga Tanjab Timur Mulai Kesulitan Air Bersih, Sebagian Terpaksa Gunakan Air Galon 

Warga Tanjab Timur Mulai Kesulitan Air Bersih, Sebagian Terpaksa Gunakan Air Galon

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Beberapa desa di Kecamatan Muara Sabak Timur, Kabupaten Tanjab Timur, mulai dilanda kekeringan.

Bahkan sebagian warga terpaksa gunakan air galon untuk kebutuhan sehari-hari.

Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) dalam dua bulan terakhir, membuat sebagian sumur milik warga mulai kekeringan.

Diantaranya di Kecamatan Muara Sabak Barat dan Muara Sabak Timur banyak sumur warga mengering.

Baca: KPK Cari Satu Orang Pelaku OTT, Diduga Sedang Berada Di Kongres V PDIP di Bali

Baca: Jadwal Liga Inggris Akhir Pekan Ini, Download Aplikasi Live Streaming Mola TV Nonton MU vs Chelsea

Baca: Tantangan Karir - Toyota Astra Motor Cari Karyawan, Cek Persyaratan Lengkap dan Link Pendaftaran!

Warga di RT 10, Kelurahan Parit Culum I dan Talang Babat, kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dikarenakan krisis air bersih.

Bahkan, krisis air bersih berdampak pada perekonomian warga setempat. Dimana setiap hari warga setempat harus merogoh kantong lebih dalam untuk membeli air galon agar kebutuhan air bersih tercukupi.

Sunarti (40) warga setempat menuturkan, semenjak dua minggu terakhir, dirinya terpaksa membeli air galon untuk diminum, mencuci dan mandi. Hal tersebut terpaksa dilakukan karena sumur miliknya sudah kering.

"Sudah dua minggu ini saya beli air galon untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, agak berat juga sehari sampai beli air galon sampai lima galon. Karena harus menyiapkan uang Rp 10.000 per harinya,” tuturnya.

Senada yang diungkapkan Dadang, warga Talang Babat. Ia juga terpaksa memboyong keluarganya ke rumah orangtuanya untuk mandi dan mencuci, dikarenakan sumur miliknya sudah kering.

Numpang rumah orangtua dulu lah bang, karena sumur kami kering, mau di dalam kan lagi sumurnya sudah tidak bisa lagi karena sudah baru gali setengah meter ketemu batu napal,” ungkapnya.

Baca: Dampak Kemarau Sumur Mengering, Warga Desa Penerokan di Jambi Kesulitan Air Bersih

Baca: BREAKING NEWS: ISPU Muaro Jambi Status Awas, Udara Terpapar Asap, Masyarakat Diimbau Kenakan Masker

Baca: Panitia Konser KOTAK di Sarolangun, Dikenai Denda Adat, Ini Kesalahan Denda yang Harus Dibayar

Terpisah Asnel (40) Warga Kecamatan Muara Sabak Timur, mengatakan, sejak hujan tidak mengguyur hampir satu bulan ini mengakibatkan pasokan air bersih miliknya habis dan terpaksa harus membeli air galon dalam kebutuhan sehari hari.

"Kalau kami di sini bergantung dengan air hujan. Jadi kalo dak hujan otomatis kami kewalahan untuk memenuhi kebutuhan air bersih," ujarnya.

Dirinya berharap, jika kondisi kemarau terus berlanjut hingga beberapa hari ke depan ada solusi taktis dari pemerintah daerah. Baik memberikan pelayanan air bersih atau solusi lain.

(Abdullah Usman/Tribun Jambi)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved