Sabtu, 16 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Polwan Cantik Turun Tangan, Penyamaran Tak Terduga Tapi Lapor Pak RT Dulu

Polwan Cantik Turun Tangan, Penyamaran Tak Terduga Tapi Lapor Pak RT Dulu

Tayang:
Editor: Duanto AS
Istimewa
Ilustrasi polwan cantik Adelia Eka Nirwana menjadi pembicaraan di media sosial. Foto saat Adelia mengenakan seragam SMP. 

Polwan Cantik Turun Tangan, Penyamaran Tak Terduga Tapi Lapor Pak RT Dulu

TRIBUNJAMBI.COM - Warga kadang tidak tahu, sosok perempuan penjual keliling, tukang bakso, jual pintu keliling, dsb, ternyata polisi atau polwan.

Model penyamaran seperti itu memang tak terduga.

Memang tugas-tugas penyamaran (undercover) harus dilakukan sealamiah mungkin, menyatu dengan lingkungan.

Penyamaran memang sulit. 

Untuk melakukan itu, perlu keahlian tingkat tinggi.

Baca: Siapa Sebenarnya Maulana Indraguna Sutowo? Keluarga Suami Dian Sastro Pengusaha Kaya Raya

Baca: Menguak Bisnis Ibnu Sutowo dari Bos Pertamina ke Aqua, Terjawab Alasan Keluarga Ini Kaya Raya

Baca: Foto Masa Kecil Dian Sastro Dikerubuti Anak Anjing Rebut Hati Netizen, Ternyata Anak Tunggal

Baca: Ngintip Isi Skripsi Dian Sastro yang Bikin Pening, Ternyata yang Bimbing Rocky Gerung

Baca: Mahasiswa Nekat Apel Ibu Dosen Cantik, Ungkapkan Perasaan Meski Dibilang Suami Anggota TNI AU

Polisi atau polwan harus totalitas supaya tidak dicurigai.

Perlu latihan bagi polisi untuk menjadi ahli penyamaran, hingga kanan-kiri tidak menyadari.

Kisah penyamaran polisi ini menuai kekaguman.

Sebenarnya seperti apa penyamaran polisi?

Seperti dilaporkan Reporter Tribun Medan, Anto seorang warga merasa kaget saat mengetahui bahwa dua pemuda yang minum kopi di kantin Pool Bus ALS merupakan anggota polisi.

Dia berpendapat penyamaran anggota polisi sangat bagus.

"Kalau aku sebut penyamarannya bagus. Kayak kalian ini (wartawan) pakai pakaian kemeja dan kaus. Kemudian, duduk-duduk di kantin, kami anggap mahasiswa ataupun penumpang biasa," ujarnya di kantin pool Bus ALS, Minggu (1/1/2017) siang.

Bripda Ginda Oktarina, polwan cantik dari Polres Tulangbawang, Lampung.
Bripda Ginda Oktarina, polwan cantik dari Polres Tulangbawang, Lampung. (Facebook)

Menurut Anto menyampaikan dua polisi yang berpakaian preman itu sudah menunggu kedatangan bus, sehari sebelum penangkapan.

"Saya baru tahu mereka polisi saat bus tiba tadi pagi. Kemudian melakukan penangkapan di parkir belakang saat penumpang turun. Tiba-tiba ramai rupanya polisi semua tadi," katanya.

Petugas kepolisian sudah mengikuti Bus ALS dari Bogor, Jawa Barat.

Sehingga, mereka langsung memasuki bus yang bernomor pintu 333 tersebut.

"Mungkin sudah tahu polisi itu, karena begitu bus masuk langsung mereka berhentikan. Apalagi mereka sudah lama menunggu di sini. Jadi saya pikir cocoklah ditangkap perampok itu," ujarnya.

Polwan pulang pagi pakai pakaian seksi

Melalui kolom komentar pada berita Tribunnews, muncul cerita-cerita netizen tentang penyamaran menakjubkan lainnya oleh polisi.

Akun dengan nama Tiwi Puspita Sari satu di antaranya.

Ia cerita tentang polisi wanita ( polwan)yang tak lain tetangganya.

Menurut Tiwi tetangganya tersebut total kalau sedang menyamar untuk menangkap penjahat.

Polwan tersebut, menurut Tiwi, sampai harus lapor ketua RT tempat tinggalnya.

Itu supaya tidak terjadi tak salah paham akibat penyamaran tersebut.

Si ketua RT kemungkinan telah berkomitmen untuk tidak membocorkan penyamaran polwan cantik tersebut.

"Ada tetangga yg jadi polwan. Memang totalitas banget kalau lagi menyamar."

"Sampe kadang beliau harus konfirmasi ke pak RT karna akan menyamar menjadi PSK untuk beberapa hari."

"Pulang subuh pake pakean seksi juga."

"Salut lah semoga untuk kasus yg lain cekap tanggap seperti ini."

"Dan lagi jika yg menjadi korban dari kalangan kebawah."

"Semoga perlakuannya akan sama."

Demikian komentar Tiwi.

Polwan Adelia Eka Nirwana menjadi pembicaraan di media sosial. Foto saat Adelia mengenakan seragam SMP.
Polwan Adelia Eka Nirwana menjadi pembicaraan di media sosial. Foto saat Adelia mengenakan seragam SMP. ()

Cerita lain dari akun Facebook dengan nama Vita Kurnia Fahrianti.

Seperti diketahui polisi dikenal dengan potongan rambut cepak dan rapi namun ia pernah menjumpai hal yang tak disangka.

"Aku sendiri jg salut sama penyamaran bapak polisi, hebat sekali , aku kira yang gondrong pake kalung rante itu preman ternyata intel nya polisi," imbuh Vita.

Akun lain dengan nama Elang Jajo menulis tebakan penyamaran polisi saat meringkus Ius Pane.

"Nyamar jdi pemulung y pak...." tulisnya.

Komentar-komentar netizen menunjukkan tentang polisi yang melakukan berbagai cara untuk mengungkap kejahatan satu di antaranya melakukan penyamaran.

Aksi penyamaran dan selalu terlibat langsung dengan pelaku kejahatan membuat nyawa polisi terancam.

Apalagi kalau sampai ketahuan, makanya aksi penyamaran polisi selalu dengan perhitungan matang dan dilakukan dengan cara profesional.

Polisi yang menyamar biasanya melepas atribut yang menunjukkan kalau dirinya seorang polisi.

Di mana sekolah polwan di Indonesia

Menjadi polwan pun tak semudah yang dibayangkan. Ada pendidikan keras yang harus dilalui.

Di Indonesia, ada sekolah khusus untuk polwan, Sekolah Polisi Wanita disingkat Sepolwan.

Seperti apa sejarah polwan di Indonesia?

Melansir wikipedia, cikal bakal Sepolwan dimulai ketika Komdak VII Jaya (Polda Metro Jaya) membuka sekolah anggota Kepolisian Republik Indonesia (Sakri) Cabang Ciputat pada April 1963.

Sekolah ini yang menggantikan Sakri Cabang Kramat Jati.

Polwan
Polwan (ist)

Kemudian pada 1968, Sakri Cabang Ciputat berubah menjadi Sekolah Angkatan Kepolisian dan Latihan (Deplat) 007 Ciputat.

Pada 1975, Deplat 007 Ciputat berubah menjadi Depo Pendidikan dan Latihan (Dodiklat) 007 Ciputat.

Untuk pertama kalinya, pada 1975/1976, Dodiklat 007 Ciputat mendidik Bintara Polwan.

Kemudian, pada 1982, Dodiklat 007 berubah menjadi Sekolah Bintara 007 Ciputat, serta menjadi tahun pertama bagi lembaga pendidikan yang khusus mendidik polisi wanita.

Tonggak pusat pendidikan polwan dimulai pada 24 Januari 1984, ketika tongkat kepemimpinan diserahkan kepada Kolonel Polisi dra P Erda Latuasan Tarigan.

Perubahan bukan hanya pimpinan dari polisi pria ke polisi wanita, tetapi juga perubahan kepangkatan dari letnan kolonel menjadi kolonel polisi.

Selanjutnya, tanggal tersebut diperingati sebagai hari ulang tahun Sepolwan.

Pada 30 Oktober 1984, Pusdik Polwan diubah menjadi Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) dan berada di bawah Direktorat Pendidikan Polri yang sebelumnya di bawah Kobangdiklat.

Kemudian pada 1992, Sepolwan berada di bawah Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri, yang sekarang telah berubah menjadi Lembaga Pendidikan Polri.

Itulah penyamaran polisi dan polwan cantik yang tak terduga.

Baca: Menguak Bisnis Ibnu Sutowo dari Bos Pertamina ke Aqua, Terjawab Alasan Keluarga Ini Kaya Raya

Baca: Siapa Sebenarnya Maulana Indraguna Sutowo? Keluarga Suami Dian Sastro Pengusaha Kaya Raya

Baca: Kisah Skripsi Dian Sastro dan Rocky Gerung, Mengulas Kecantikan dan Salon Tapi Mikir Banget

Baca: Mahasiswa Nekat Apel Ibu Dosen Cantik, Ungkapkan Perasaan Meski Dibilang Suami Anggota TNI AU

Baca: Ramalan Zodiak Kamis 8 Agustus 2019, Aries Nikmati Suasana Romantis Dengan Pasangan!

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved